Labels

100 Tokoh Dunia (100) Alam (28) Alien (9) Artikel (268) Binatang (18) Catatanku (17) Do"a (7) Download (6) FACEBOOK (8) Fakta (20) Film (23) Foto (91) GaMe (3) Handphone (6) Imsakiyah (17) Indonesiaku (3) Internet (11) Islam (174) Kata2 (5) Kenapa? (9) Kesehatan (24) Kisah (35) Kisah 25 Nabi (22) Komputer (12) Lelucon (33) Minangkabau (21) Misteri (74) Musik (9) Nusantara (1) Olah Raga (17) Pendidikan (2) Photoshop (86) Puisi (14) Renungan (37) Sejarah (110) Teknologi (13) Tips n Trik (16) Tokoh (168) Tour De Singkarak 2011 (7) Tour De Singkarak 2013 (1) TV (7) Unik n Kreatif (288) Video (7) Widget (1)
Home » » Samurai Bukan sekedar pedang

Samurai Bukan sekedar pedang



Pasukan samurai ini lama kelamaan semakin ditingkatkan oleh para daimyo. Seorang samurai bukan hanya menggunakan baju perang dan dipersenjatai, namun mereka juga harus terlatih dengan baik dengan keterampilan prajurit yang tinggi. Seorang samurai juga merupakan anggota dari kalangan elit dan superior.

Hidup seorang samurai diatur oleh 'bushido', yakni kode etik yang mengendalikan setiap aspek dari kehidupan mereka. Para samurai harus mengembangkan keahlian pedang dan berbagai senjata lainnya. Mereka pun dituntut untuk berpakaian dan berperilaku secara khusus, dan siap menghadapi kematian ketika melayani tuannya.

Seorang samurai memiliki beberapa macam jenis senjata, namun senjata yang paling identik dengan seorang samurai adalah 'katana'. Dalam 'bushido', katana digambarkan sebagai roh dari samurai dan tidak jarang seorang samurai digabarkan sangat tergantung pada katana saat pertempuran. Katana dijadikan senjata utama, dimulai pada massa Edo.

Pada tahun 1853, seorang laksamana dari Amerika yang bernama Laksamana Matthew Perry memaksa Jepang untuk membuka pintunya bagi perdagangan Amerika dan mengakhiri masa isolasi masyarakat Jepang yang telah berlangsung selama 250 tahun.

Ketika kekuasaan sudah diserahkan pada Meiji, sistem feodal kuno dan kelas samurai dihapuskan secara resmi. Meiji memerintahkan para samurai untuk menyarungkan semua katananya dan menggantinya dengan pena, teknologi, undang-undang dan ilmu pengetahuan. Para samurai pun dikembalikan pada masyarakat untuk membangun Jepang dengan semangat bushido.

Para Samurai itu sangat mengabdi pada budaya dan negaranya. apabila mereka kalah, mereka siap mati. daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati untuk negaranya, daripada hidup diselimuti rasa malu.

Pemimin yang gagal juga bersedia di penggal kepalanya oleh orang yang dia pilih. Dan orang yang dipilih itu adalah suatu kehormatan, karena dipilih untuk memenggal kepala sang samurai.

0 komentar: