Labels

100 Tokoh Dunia (97) Alam (28) Alien (9) Artikel (266) Binatang (18) Catatanku (17) Do"a (7) Download (6) FACEBOOK (8) Fakta (20) Film (23) Foto (91) GaMe (3) Handphone (6) Imsakiyah (17) Indonesiaku (3) Internet (11) Islam (174) Kata2 (5) Kenapa? (9) Kesehatan (24) Kisah (35) Kisah 25 Nabi (22) Komputer (12) Lelucon (33) Minangkabau (21) Misteri (73) Musik (9) Nusantara (1) Olah Raga (17) Pendidikan (2) Photoshop (86) Puisi (14) Renungan (37) Sejarah (109) Teknologi (13) Tips n Trik (16) Tokoh (165) Tour De Singkarak 2011 (7) Tour De Singkarak 2013 (1) TV (7) Unik n Kreatif (286) Video (7) Widget (1)

Pesan Bapak Untuk Anaknya di Facebook



PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.  Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.

Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.


Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................

Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

Kisah: Memandikan Jenazah Suami


Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya ..
sambil menangis isteri berkata, " Inilah janji kami sebagai suami isteri ..

"Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu ..."

Dari luar ruang mayat, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya? ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,
" Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu ...
Wahai suamiku .. Semoga Allah ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti .."

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku ... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..
"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu ..."

Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ..

Semoga Allah merahmati pasangan suami-istri , dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala .. Aamin Allahu yaa Karim ..

۩۞۩ Kisah Menakjubkan Seorang Ibu


Suatu hari seorang wanita duduk santai bersama suaminya , pernikahan mereka berumur 21 tahun, mereka mulai bercakap dan ia bertanya pada suaminya, ” Tidakkah engkau ingin keluar makan malam bersama seorang wanita?”. Suaminya kaget dan berkata,” Siapa? Saya tak memiliki anak juga saudara”. Wanita itupun kembali berkata,” Bersama seorang wanita yang selama 21 tahun tak pernah kau temani makan malam”. Tahukah kalian siapa wanita itu??

Ibunya…

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Isra’: 23-24)

Wanita itu berkata pada suaminya, ”Selama kita bersama tak pernah engkau bersama ibumu walau sejenak saja, hubungilah beliau, ajak makan malam berdua..luangkan waktumu untuknya”, suaminya terlihat bingung, seakan-akan ia lupa pada ibunya.

Maka hari itu juga ia menelpon ibunya, menanyakan kabar dan berkata “ Ibu, gimana menurutmu jika kita habiskan malam ini berdua, kita keluar makan malam. Saya akan menjemput ibu, bersiaplah”. Ibunya heran, ” Anakku, apakah terjadi sesuatu padamu?” jawabnya. ” Tidak ibu”, berulang kali sang ibu bertanya.

“ Ibu, malam ini saya ingin keluar bersamamu”. Mengherankan! Ibunya begitu tak percaya namun sangat bahagia.

“Mungkin kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”. Ibunya kembali bertanya, ”Saya keluar bersamamu anakku?”

Ibunya seorang janda, ayahnya telah lama wafat, dan anak lelakinya teringat padanya setalah 21 tahun pernikahannya. Hal yang sangat menggembirakannya, begitu lama waktu telah berlalu ia dalam kesendirian, dan datanglah hari ini, anaknya menghubunginya dan mengajaknya bersama. Seolah tak percaya, diapun bersiap jauh sebelum malam tiba. Tentu, dengan perasaan bahagia yang meluap-luap! Ia menanti kedatangan anaknya.

Laki-laki itupun bercerita : “ Setibaku di rumah menjemput ibu, kulihat beliau berdiri di depan pintu rumah menantiku”

Wanita tua…menantinya di depan pintu!

“Dan ketika beliau melihatku, segera ia naik ke mobil. Saya melihat wajahnya yang dipenuhi kebahagiaan, ia tertawa dan memberi salam padaku, memeluk dan menciumku, dan berkata: Anakku, tidak ada seorang pun dari keluargaku..tetanggaku…yang tidak mengetahui kalau saya keluar bersamamu malam ini, saya telah memberitahukan pada mereka semua, dan mereka menunggu ceritaku sepulang nanti”

Lihat bagaimana jika seorang anak mengingat ibunya!

Sebuah syair berbunyi :

Apakah yang harus kulakukan agar mampu membalas kebaikanmu?

Apakah yang harus kuberikan agar mampu membalas keutamaanmu?

Bagaimanakah kumenghitung kebaikan-kebaikanmu ?

Sungguh dia begitu banyak..sangat banyak..dan terlampau banyak!

Dan kami pun berangkat, sepanjang jalan saya pun bercerita dengan ibu, kami mengenang hari-hari yang lalu.

Setiba di restoran, saya baru menyadari bahwa baju yang dikenakan ibu adalah baju terakhir yang Ayah belikan untuknya, setelah 21 tahun saya tak bersamanya tentu pakaian itu terlihat sangat sempit, dan saya pun terus memperhatikan ibuku.

Kami duduk dan datanglah seorang pelayan menanyakan menu makanan yang hendak kami makan, kulihat ibu membaca daftar menu dan sesekali melirik kepadaku, akhirnya kufahami kalau ibuku tak mampu lagi membaca tulisan di kertas itu. Ibuku sudah tua dan matanya tak bisa lagi melihat dengan jelas.

Kubertanya padanya,” Ibu, apakah engkau mau saya bacakan menunya?” Beliau segera mengiyakan dan berkata, “ Saya mengingat sewaktu kau masih kecil dulu, saya yang membacakan daftar menu untukmu, sekarang kau membayar utangmu anakku..kau bacakanlah untukku”

Maka sayapun membacakan untuknya, dan demi Allah..kurasakan kebahagiaan merasuki dadaku..

Beberapa waktu datanglah makanan pesanan kami, saya pun mulai memakannya. Tapi ibuku tak menyentuh makanannya, beliau duduk memandangku dengan tatapan bahagia. Karena rasa gembira beliau merasa tak selera untuk makan.

Dan ketika selesai makan, kami pun pulang, dan sungguh, tak pernah kurasakan kebahagian seperti ini setelah bertahun-tahun. Saya telah melalaikan ibuku 21 tahun lamanya.

Setiba di rumah, kutanyakan padanya : “ Ibu..bagaimana menurutmu kalo kita mencari waktu lain untuk keluar lagi?” beliau menjawab,” Saya siap kapan saja kau memintaku!”

Maka haripun berlalu, Saya sibuk dengan pekerjaan..dengan perdagangan..dan terdengar kabar Ibuku jatuh sakit. Dan beliau selalu menanti malam yang telah kujanjikan. Hari terus berlalu dan sakitnya kian parah. Dan…Ibuku meninggal dan tak ada malam kedua yang kujanjikan padanya.

Setelah beberapa hari, seorang laki-laki menelponku, ternyata dari restoran yang dulu kudatangi bersama ibuku. Dia berkata,” Anda dan istri Anda memiliki kursi dan hidangan makan malam yang telah lunas”

Kami pun ke restoran itu, setiba disana..pelayan itu mengatakan bahwa Ibu telah membayar lunas makanan untuk saya dan istri. Dan menulis sebuah surat berbunyi :

“Anakku, sungguh saya tahu bahwa tak akan hadir bersamamu untuk kedua kalinya. Namun, saya telah berjanji padamu, maka makan malamlah dengan uangku, saya berharap istrimu telah menggantikanku untuk makan malam bersamamu”

Saya menangis membaca surat ibuku…dimana saya selama ini ?? di mana cintaku untuk Ibu?? Selama 21 tahun….

۩۞۩ Sepotong Roti Penebus Dosa


Abu Burdah bin Musa Al-Asy�ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."

Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.

Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"

Renungan bagi Orangtua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya





Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi,
semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.

Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi,tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat.Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi
tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan
cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu.

Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: "Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Dia pelan-pelan melanjutkan: "Ibu, aku tidak mau jadi pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika. Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik. Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

PESAN : SYUKURI APA YG ADA, BUKAN MEMIKIRKAN APA YG TIADA..

۩۞۩ Kita dan Ibu


Seorang ibu terduduk di kursi roda sewaktu sore hari di tepi danau ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga..

Lalu si Ibu bertanya " Itu burung apa yang berdiri di sana.. ? ".
" Bangau Bu..", anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si Ibu bertanya lagi " itu yang warna putih burung apa..? ".
Sedikit kesal anaknya menjawab " Ya burung bangau Ibu..".

Kemudian Ibunya kembali bertanya " Lalu itu burung apa..? ".
Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang..
Dengan nada kesal si anak menjawab " Ya bangau Bu...", " Emang Ibu gak liat dia terbang..!! "

Air mata menetes dari sudut mata si Ibu sambil berkata pelan.

" Dulu 26 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, Sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali.."..

Si anak terdiam...
Dan memeluk Ibunya..

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah di ajarkan oleh seorang ibu kepada kita ..??

Sayangilah Ibu mu dengan sungguh - sungguh..
karena surga berada di telapak kaki ibu.
Mohon ampun jika kamu pernah menyakiti hati Ibu mu.

* Pernah Kita Omelin Dia..? pasti jawabannya Pernah....!!
* Pernah Kita Cuekin Dia..? Pasti Pernah..!!
* Pernah Kita Memikirkan Apa Yang Dia Pikirkan..?

Pasti Nggk Pernah..!!

Sebenarnya apa Yang Dia Pikirkan..??


- Takut - takut nggk bisa liat kita senyum, nangis ataupun ketawa lagi.
- Takut nggk bisa ngajarin kita lagi.

Semua itu karena waktu Dia singkat..
Saat Ibu mu menutup mata.

Nggak akan ada lagi yang cerewet.
Saat kita menangis memanggil manggil Dia..
Apa yang di bales..??

" Dia hanya diam ",
Tapi banyangannya tetap di samping kita dan berkata.

" Anakku Jangan Menangis, Ibu Masih Disini "..

" Ibu Masih sayang Kamu "..

۩۞۩ Surat Dari Ibu & Ayah Untuk Anaknya


Anakku,

Saat Aku menjadi Tua, Kuharap kau memahami dan bersabar menghadapiku.
Jika suatu saat aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di meja karena penglihatanku mulai kabur, Kuharap kau tidak membentakku. Orang tua itu sensitif.
Saat pendengaranku memburuk dan tidak dapat mendengar apa yang kau katakan, Kuharap kau tidak memanggilku “Tuli”, tolong ulangi apa yang kau katakan atau tuliskanlah.

Maafkan Aku, anakku.

Aku menjadi Tua.
Saat lututku menjadi lemah, Kuharap kau bisa sabar membantuku berdiri, sama seperti saat Aku membantumu dulu ketika kau kecil, ketika mulai belajar berjalan.

Tolong bersabarlah padaku, saat Aku terus-menerus berbicara seperti kaset rusak, Kuharap kau tetap mendengarkanku, tolong jangan memperolokku atau muak mendengarkanku.

Ingatkah kau ketika kau kecil dan ingin sebuah balon? Kau terus-menerus merengek sampai kau dapat yang kau inginkan.

Tolong maafkan bauku. Bauku seperti orang tua. Tolong jangan memaksaku mandi. Tubuhku lemah. Orang tua mudah sakit jika mereka kedinginan. Kuharap Aku tidak membuatmu jijik.

Ingatkah kau ketika kau kecil? Aku harus mengejarmu karena kau tidak ingin mandi.

Kuharap kau bisa bersabar denganku, ketika aku selalu menjadi cerewet. Itu semua bagian dari menjadi tua. Kau akan mengerti ketika kau tua nanti.

Dan jika kau mempunyai waktu luang, Kuharap kita bisa jalan-jalan, meski hanya untuk beberapa menit saja, Aku selalu sendirian selama ini dan tidak ada yang bisa kuajak ngobrol.

Aku tahu kau sibuk dengan pekerjaanmu. Bahkan jika kau tidak tertarik dengan ceritaku, tolong luangkanlah waktumu untuk mendengarkanku.

۩۞۩ Surat Cinta Buat BUNDA..


(catatan dari seorang sahabat)



Mamah... itulah sebutan saya untuk bunda tercinta...


Assalamualaikum Wrahmatullahi Wabarakatu....

Mah makasih ya... untuk selama ini... saat mamah mengandung dede, mamah bawa dede kemana-mana...
tapi mamah ga pernah ngerasa sakit,mamah ga pernah ngerasa berat, dan mamah ga pernah mengeluh...
padahal dede selalu nendang-nendang mamah waktu di dalam perut tapi mamah ga pernah merasakan itu,
walau dede masih dalam kandungan mamah, dede tau mamah menahan rasa sakit itu...

mah, makasih ya... selama mamah disini,, melahirkan dede, membawa dede ke dunia ini, merawat dede,
mengajarkan dede banyak hal, memberitahu dede apa yang mana itu kanan dan yang mana itu kiri...

menyayangi dede, mengasihi dede melebihi apapun dari yang pernah ada... padahal dede sering bikin mamah khawatir karena kelakuan dede,
dede sering bikin mamah kecewa, dede sering bohong sama mamah, dede membuat mamah menangis, walaupun mamah bilang mamah ga nangis karena dede...
mamah juga ga pernah nunjukin kekecewaan mamah di depan dede...

mamah, makasih ya... sampai saat ini... mamah selalu ada untuk dede...
dari dede belum ada di dunia ini... sampai dede sekarang... mamah ga pernah bilang " MAMAH CAPE "...
ga pernah mamah bilang itu,, walaupun anak mamah ada 3, tapi kasih mamah ke kita selalu sama,, sayang mamah ke kita sama,
mamah selalu adil sama kita... sampai dede sekarang bingung, kenapa kasih mamah begitu besar kepada anak-anaknya...

mamah, makasih ya... selalu bisa membuat dede tenang dengan nasihat mamah, membuat dede lebih baik dengan kasih mamah...
mah, dimanapun mamah saat dede menulis blog ini... dede minta maaf...
karena dede ga bisa ngasih apa-apa saat ada hari ibu ke mamah...

mah, mamah inget ga waktu mamah ke minimarket, dede nitip ke mamah untuk dibeli'in snack kesukaan dede... walaupun mamah larang tapi mamah pun tetap membelikannya...
dede janji akan memberikan apa yang mamah minta nanti...
walau dede setiap saat berdoa buat mamah, tetap saja dede merasa kurang dan ga bisa ngasih apa-apa...

mamah, yang ada dimanapun saat dede menulis blog ini...
betapapun mamah menilai dede sudah membuat mamah bangga,, tapi itu ga akan cukup untuk dede,
dede belum bisa membalas kasih sayang mamah...
dede ingin selau terus berbakti sama mamah, walaupun menurut mamah dede sudah berbakti, tapi menurut dede itu belum mah...

mamah, yang ada dimanapun saat dede menulis blog ini...
perlu mamah tahu, dede menyayangi mamah seperti mamah sayang sama dede...
dede ingin selalu berbakti dan membahagiakan mamah...

mah, mamah tau apa yang selalu ada di setiap doa dede ???
dede selalu meminta kebahagiaan untuk mamah dan papah...
dede selau meminta kesehatan untuk mamah dan papah,,

dede selalu berdoa agar mamah dan papah bisa melihat dede sukses dengan apa yang dede miliki...

mah bagaimanapun kondisi mamah, dede tetap sayang mamah, dan ga akan mengurangi sedikitpun rasa sayang dede ke mamah...
walaupun dede sering buat mamah kecewa. ketahuilah, dede memang salah.. dan dede ga akan mengulang kesalahan yang sama...
apapun yang terjadi... dede akan selalu ada untuk mamah...


mah, kalau 22 desember itu hari ibu, dimana kita bisa mencurahkan kasih sayang kita ke ibu.
tapi klo kata dede, semua hari adalah hari ibu, semua hari adalah sayang dede ke mamah, dan sayang mamah ke dede...
dan sekarang dede sudah kuliah mah...
gak terasa mamah sudah bisa membawa dede ke bangku kuliah...
mulai tk,sd,smp,sma dan sampai sekarang mamah terus berjuang demi dede...


dede janji mah... insya Allah, bila dede udah kerja nanti gaji pertama dede buat mamah...
bahkan dede akan memberangkatkan mamah naik haji dengan keringat dede sendiri...
maaf ya mah, sampai saat ini dede belum bisa membanggakan mamah...
suatu saat dede akan membanggakan mamah...
dede akan buat mamah bangga karena telah melahirkan dede...

DARI KEMARIN, SEKARANG, BAHKAN NANTI...
DEDE AKAN SELAU SAYANG MAMAH...
I LOVE YOU, MY BEST MOTHER...

karena dede ga pulang, mungkin hanya lewat blog ini dede mengucapkan

" AKU SAYANG MAMAH... "

۩۞۩ Renungan Bagi Orang Tua


(¯`*•.¸♥ Renungan Bagi Orang Tua ♥¸.•*´¯)

"Anak kita kelak akan meniru" ( renungan bagi orang tua )

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya.
Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.
Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.
Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.
Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.

Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.
Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar.
Mereka merasa direpotkan dengan semua ini.

"Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.
Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan.
Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya.
Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya.
Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu.

Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?".

Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti.

Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi.

Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda.

Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.


Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.
Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya.

Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
  • Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
  • Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
  • Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
  • Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa
  • bersalah.
  • Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
  • Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
  • Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
  • Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
  • Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
  • Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
  • Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari
  • cinta di seluruh dunia.
Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan
masa depannya.

Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita....


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya  perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia .

Mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan
kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. (Al Israa' : 23)

۩۞۩ Kapan Kita Membahagiakan Orang Tua Kita


(¯`*•.¸♥ Kapan Kita Membahagiakan Orang Tua Kita ♥¸.•*´¯)

۩۞۩
Kapan Kita Membahagiakan Orang Tua Kita???
Saat kita lahir, apa yang kita bawa?
kita hanya telanjang tanpa sehelai benang menempel di tubuh kita.
Kita menangis histeris dan disekitar terlihat senyum senang dan bahagia.
Apalagi raut muka mama yang tersenyum walau badannya lemas dan tak berdaya lagi.

۩۞۩
Di malam hari yang sepi kita menangis karena ngompol,haus ataupun lapar.
Dengan sabar Mama dan Papa menghampiri kita dan menenangkan kita.
Saat kita sakit, orang tua kita panik dan berusaha sebisa mungkin untuk mengobati kita dengan membawa kita ke dokter.








۩۞۩

Saat kita mulai bersekolah, Mama menyiapkan sarapan untuk kita makan. Papa mengantar kita ke sekolah. Saat kita berangkat, Mama tersenyum dan berkata di dalam hati "Dia akan menjadi orang sukses melebihi kesuksesan orang tua,Amien".
Setelah sampai di sekolah, Papa mengucapkan "belajar yang rajin ya anakku" seraya kita mencium tangan beliau. Orang tua kita sangat bangga pada kita dan berharap kita menjadi orang yang sukses kelak. 

۩۞۩
Saat dewasa,orang tua kita juga mulai bertambah tua. Kebutuhan kita semakin banyak. Kita banyak menuntut pada orang tua untuk membeli barang ini barang itu dikarenakan gengsi kita kepada teman sebaya kita. Kita tidak mau tau apa yang dilakukan Mama n Papa kita, yang penting kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Orang tua kita berusaha mengumpulkan uang untuk memenuhi keinginan kita. Karena yang mereka inginkan adalah kebahagiaan kita. 


۩۞۩
Namun, kita hanya slalu menuntut untuk mendapatkan barang yang kita inginkan tanpa ada cukupnya. Orang tua kita hanya bisa menangis di dalam hati saat kita meminta barang yang kita inginkan dengan membentak bentak dan kita memilih mendiamkan orang tua kita karena merasa orang tua kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita. Namun orang tua kita selalu berusaha dan berusaha untuk membuat kita tersenyum. Mungkin kita selalu berpikir "kewajiban orang tua menuruti apa yang anak minta dan membahagiakan anaknya" atau "Orang tua mencari uang buat siapa kalo bukan buat anaknya". Pikiran kita itu salah,orang tua kita juga perlu kebahagiaan.

۩۞۩
Apa yang sudah kita beri ke orang tua kita?
apa kita selalu mendoakan mereka seperti mereka mendoakan kita?

۩۞۩
Saat ini kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dari orang tua kita. Kita masih selalu mengandalkan orang tua kita. Tapi orang tua kita tak selamanya mendampingi kita. Saat usia orang tua kita semakin bertambah dan akhirnya malaikat menjemput mereka. Kita hanya bisa menangis dan menyesal. Hidup kita yang serba dicukupi oleh orang tua kita kini sudah tidak lagi.
Jika itu terjadi. Kapan saat saat kita membuat orang tua kita bahagia?
Kapan saat saat membuat orang tua kita bangga atas tindakan kita?

۩۞۩ Aba dan Ummi Maafkan Aku

(¯`*•.¸♥ Aba dan Ummi Maafkan Aku ♥¸.•*´¯)


Sebuah tulisan, sebagai renungan buat yang kita malu memperkenalkan nama orang tuanya...

۩۞۩ Taman Kanak-kanak
Aba (panggilanku untuk ayah) menggandeng langkah kecilku menuju pintu kelas. Sebelumnya dia memboncengku dengan sepeda tuanya dari rumah ke sekolah. Sepeda tua nya bukan jenis ontel, lebih sedikit modern dari itu, walau rantainya menggunakan rantai motor. Kursi sepeda terbuat dari besi, kursi yang sering membuat pantatku sakit, berhubung jalanan kecil di Makassar saat itu masih banyak yang berlubang.

Di dalam kelas sudah banyak anak kecil lain. Entah aku anak yang pemalu atau cukup aktif seperti sekarang. Aku tidak begitu ingat dengan masa Taman Kanak Kanak. Hanya beberapa yang kuingat, kakiku yang terjepit ayunan atau kepalaku bocor karena terbentur pondasi sekolah. Dan yang aku ingat, aba yang memperkenalkanku. Memperkenalkan jagoan kecilnya. Jagoan kecil yang merengek takut ditinggal pulang. "Aba, tunggu aku sampai pulang yah"


۩۞۩  Sekolah Dasar
Aku sudah bisa membaca dan menulis, walaupun tulisanku masih ala tulisan cakar ayam tapi aku bangga sudah bisa menulis. Kini aku yang memperkenalkan diriku kepada teman-teman dan guruku, walau masih menunggu untuk disuruh. Tadi pagi memang Ummi (panggilanku untuk ibu) berbisik dan berjanji mengantarku sekolah, bisikannya membuatku semangat membawa tas sekolah dengan gambar superhero yang berwarna-warni.
"nak bangun, kamu sudah kelas 1 SD loh"
Bisiknya sambil tersenyum membangunkanku, yaa cintamu membuatku optimis ummi.

Kini di depan kelas, aku bisa memperkenalkan diriku sendiri, dan juga menyebut dengan bangga nama kalian di depan teman dan guruku.
"Juanda Ayahku, Yusna Ibuku". Dengan penuh senyum kusebut itu :) .


۩۞۩  MTs, Aliah, dan SMA
Aku sudah mulai beranjak dewasa, ini masa remajaku. Tepat kelas 3 MTs nanti aku sudah mimpi basah. Aku sudah mulai menyembunyikan banyak hal, termasuk dalam perkenalan. Aku tak lagi menyebut nama Aba dan Ummi dalam perkenalanku, tak ada kesempatan untuk itu. Malah, pertanyaan yang biasa seperti hobi dan ukuran sepatu yang lebih sering muncul. Kenapa tak ada kesempatan dalam perkenalan untuk menyebut nama kalian ?. Begini memangkah masa remaja ?. Masa dimana sudah ada jarak, masa dimana aku dan remaja lainnya sudah mulai enggan menyebut nama kalian di depan teman sebaya. Aba dan Ummi maaf, tak sempat kusebut nama kalian dalam perkenalanku. Padahal aku tahu, namaku selalu ada dalam lirih doa kalian.


۩۞۩  Kini aku Mahasiswa
Aku sudah mulai mengurus administrasi untuk pendidikanku sendirian. Kalian tak lagi mengantarku ke gerbang kampus. Aku sudah membawa motor pemberian kalian, hanya kucium tangan dan pipi kalian sebelum berangkat tadi. Ummi, kau mengusap kepalaku dan mencium pipi sambil berujar,
"kuliah yang baik ya nak".
Dan Aba, kau tetap berpesan seperti biasa kepadaku,
"Jangan lupa shalat".
Aku hanya mengangguk dan pergi.

Aku kini berada di dalam kelas, banyak wajah baru disini. Mereka teman kuliahku, semua sebaya. Banyak tahun kulewati dengan pengalaman untuk berkenalan. Aku tak sungkan lagi menjulurkan tangan sebagai tanda perkenalan kepada teman baruku. Bahkan, jika ada wanita yang mengganggu pikiranku, tak sungkan kuminta nomor hapenya. Semua berubah, kini aku pria dewasa yang sudah lebih percaya diri. Tapi, tak juga kuperkenalkan nama kalian, Aba dan Ummi.

Entah sampai kapan kebiasaan ini kulakukan. Aku tak lagi dengan bangga memperkenalkan nama kalian. Tak seperti ketika aku SD dan Tk yang semangat menyebut nama kalian. apa semua anak remaja seperti ini ?.

Lagi-lagi aku bertanya hal itu.....

Aku berjanji, suatu saat, akan ada seorang gadis yang betul-betul akan kupinang sambil kuperkenalkan nama kalian.
"Juanda Ayahku, Yusna Ibuku.............."

۩۞۩ Bukti Cinta Seorang Ibu





(¯`*•.¸♥ Bukti Cinta Seorang Ibu ♥¸.•*´¯)

Kiranya di dunia ini, tidak ada budi yang bisa mengimbangi ataupun membalas cinta seorang ibu. Cinta seorang ibu mengalir dalam darah dan ruh kita. Anak adalah buah cinta dari dua hati, namun ia tidak dititipkan dalam dua rahim. Ia dititipkan dalam rahim sang ibu. Selama sembilan bulan disana ia hidup dalam kesunyian sambil menghisap saripati kehidupan sang ibu. Kemudian ia keluar diantar oleh darah sang Ibu. Berikut adalah sebuah kisah tentang pengorbanan seorang ibu terhadap anak yang sangat dicintainya. Mudah-mudahan ada hikmah yang dapat diambil setelah membaca kisah ini. Dan juga dapat menambah rasa sayang kita terhadap orang tua, terutama Ibu yang telah melahirkan dan merawat kita dengan cinta kasihnya yang tulus.

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal dunia karena sakit. Sang ibu sering merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Sang Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati" Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa. Hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu pun sampai ke telinga si ibu, dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan: "Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur, si ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah bersiap dengan pancungnya dan si anak pun sudah pasrah dengan nasibnya Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dari waktu yang ditentukan dan suasana sudah mulai berisik. Akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka semua sedang bingung, tiba-tiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah. Tahukah anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya. Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini. Sesuatu untuk dijadikan renungan bagi kita, gar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

  • Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan,
  • Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi,
  • Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan,
  • Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan,
  • Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan,
  • Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan,
  • Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati,
  • Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti,
  • Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan,
  • Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci untuk menuju surga, Dan…..
  • Gunakahlah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan dapat diputar kembali.

۩۞۩ Puisi Ungkapan Kasih Ibu


Puisi Ungkapan Kasih Ibu

۩۞۩ Anakku.....

Bila ibu boleh memilih..
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu..
MAKA IBU AKAN MEMILIH MENGANDUNGMU..
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Tuhan...

Sembilan bulan nak...engkau hidup diperut ibu...
Engkau ikut kemanapun ibu pergi...
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan...
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman,karena ibu kecewa dan mengurai air mata...

۩۞۩ Anakku.....

Bila ibu harus memilih apakah ibu harus operasi caesar,atau ibu harus berjuang melahirkanmu.

MAKA IBU MEMILIH MELAHIRKANMU...

Karena menunggu dari jam kejam...,menit ke menit kelahiranmu.......
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedasyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan...

Dan saat itulah kebesaran Tuhan menyelimuti kita berdua....,Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit...
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun...

Dan ketika engkau hadir,tangismu memecah dunia...,saat itulah...saat paling membahagiakan...
Segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah....

Mendengar Ayahmu mengumandangkan Adzan....
Mendengar Ayahmu membacakan Doa...
Mendengar Ayahmu membacakan Firman Tuhan
Membisikan ayat ayat suci di telinga mungilmu.....

۩۞۩ Anakku.....

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu....
MAKA IBU MEMILIH MENYUSUIMU...

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan tetesan dan tegukan tegukan yg sangat berharga...
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu...
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan...

۩۞۩ Anakku.....

Bila ibu boleh memilih duduk berlama lama diruang rapat....atau duduk dilantai menemanimu menempel puzzle
MAKA IBU MEMILIH BERMAIN PUZZLE DENGANMU...

۩۞۩ Tetapi Anakku....

Hidup memang pilihan...jika dengan pilihan ibu,engkau merasa sepi dan merana......

MAKA MAAFKANLAH NAK...
maafkan ibu...maafkan ibu...Percayalah nak...,ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita...Agar tidak ada satu kepingan bagian puzzle kehidupan kita yg hilang.

۩۞۩ Percayalah Nak.....
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu...
Percayalah Nak.....
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu....

pertanyaan seorang ibu :

sebagai seorang ibu saya selalu bertanya : apa yang dapat saya berikan kepada Anakku....
bukan pertanyaan apa yang dapat saya dapatkan dari anakku....
karena anakku lahir atas keinginanku.... dan itu merupakan tanggung jawab yang besar bagi mereka.... bagaimana mereka harus tumbuh dengan baik... dan tentu dengan perhatian dan kasih sayang yang besar buat mereka....
Semoga engkau selalu mendapatkan cinta kasih dari keluargamu....


PESAN UNTUK SOBAT-SOBAT : SAYANGI & BUAT BANGGA IBU KALIAN ITU SAJA SUDAH CUKUP...

۩۞۩ Renungan seorang anak untuk Ibu




(¯`*•.¸♥ Renungan seorang anak untuk Ibu ♥¸.•*´¯)


Mari kita renungkan bersama..

Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita...

Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..

Sesekali jenguklah IBU kita yang selalu menantikan kepulangan kita di rumah tempat kita dilahirkan..
Kembalilah minta maaf pada IBU yang selalu rindu akan senyum kita..

Jangan biarkan kita kehilangan saat-saat yang akan kita rindukan di masa datang ketika IBU telah tiada...

Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita.
Tak ada lagi senyum indah..tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya..

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akan kita disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera....
Peluklah IBU yang selalu menyayangi kita..
Ciumlah kaki IBU..
Yang selalu merindukan kita.
Dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya...

dan jika ibu mu sudah di surga,

Kenanglah semua cinta & kasih sayangnya... berdoalah agar dia tersenyum di surga sana...
IBU...
Maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...

Wahai sobat yang berbakti berikanlah yang terbaik buat IBU mu..
Baik atau buruk,cantik atau jelek..
Ia tetap IBU kita..
Sukses buat kita semua...


"BANTU ADMIN NGE-SHARE CERITA INI KEPADA ORANG LAIN BISA MELALUI FB ATAU APAPUN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA"

۩۞۩ Renungan Indah Dari Mahatma Gandhi



http://rickobahemar.blogspot.com

(¯`*•.¸♥ Renungan Indah Dari Mahatma Gandhi ♥¸.•*´¯)

Mahatma Gandhi dikenal sebagai tokoh yang revolusioner namun menjalankan aksinya dengan jalan damai. Berbagai teladannya bahkan menginspirasi tokoh dunia lain seperti Martin Luther King, Jr., the Dalai Lama, Stephen Biko, Aung San Suu Kyi, Nelson Mandela hingga sang presiden Amerika Barack Obama.

Ucapan Gandhi sering menjadi pijakan dalam bertindak sehingga tujuan mencapai dunia yang lebih baik bisa menjadi visi yang jelas.


http://rickobahemar.blogspot.com

Ingin menjadi bijak seperti Gandhi? 
Mungkin kita harus merenungi beberapa quote-nya (telah diterjemahkan secara bebas) berikut ini: 

1. Tak ada yang merugikan tubuh selain kekuatiran, dan seseorang yang memilliki iman pada Tuhan seharusnya malu bila kuatir akan segala hal dalam hidupnya.

2. Kualitas terbaik pada pekerjaan kita adalah menyenangkan Tuhan, dan bukan pada kuantitas hasil kerja tersebut.

3. Hiduplah seperti Anda akan mati besok. Belajarlah seolah Anda akan hidup selamanya.

4. Kebahagiaan tergantung pada pikiran kita, perkataan kita, dan yang dilakukan dalam keselarasan.

5. Kebesaran sebuah negara bisa terlihat dari cara mereka memperlakukan hidup hewan. (Nah, jika masih ingat dengan peristiwa "Pembantaian Orang Utan" dan "Nasib Badak Jawa" rasanya sudah bisa menilai kondisi negara kita seperti apa sekarang ini, ya).

6. Kekuatan tidak datang dari kehebatan fisik, melainkan berasal dari niat yang kuat.

7. Doa adalah alat paling potensial untuk sebuah aksi.

8. Saya tawarkan Anda kedamaian. Saya tawarkan Anda cinta. Saya tawarkan Anda persahabatan. Saya melihat kecantikanmu, mendengar kebutuhanmu, merasakan apa yang kamu rasakan. Kebijakasanaan saya mengalir dari sumber tertinggi. Dan, saya menghormati sumber Anda juga. Jadi, mari kita bekerjasama untuk cinta dan persatuan.

ஜ۩۞۩ஜ Bismillaahirrohmaanirrohiim ஜ۩۞۩ஜ


Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin, Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin, Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin,

Hamdan Yuuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidah. Yaa robbana lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa’adhiimi sulthoonik. Wa shollal loohu ‘alaa sayyidina muhammaddin wa’alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin.

(Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Pujian yang memadai nikmat-Nya yang selaras dengan kebaikan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang layak bagi keagungan dan kebesaran kekuasaan-Mu. Sholawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw, keluarga dan sahabat-sahabat semuanya).

Tak terasa, waktu meluncur cepat. Tak pernah bisa seorang anak manusia mana pun menahan laju anak busur sang waktu.

Hari ini, tahu-tahu sudah menjadi penanda berkurangnya usiaku.
Sungguh, aku hanya akan menjadi manusia yang merugi, ketika tak berpindah pada satu titik kebajikan menuju kebajikan berikutnya.

Dinihari ini aku mengucap doa sepenuh hati, 
"Alhamdulillah ya Rabb, hingga detik ini Engkau Yang Maha Pengasih dan Penyayang masih memberikan kesempatan pada hamba menghirup udara segar dinihari ini.

Ya Allah, Ya Bashir, Yang Maha Melihat,
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia kami yang tersembunyi dan amal perbuatan kami yang nyata, maka terimalah ratapan kami. Engkau Maha Mengetahui keperluan kami , maka kabulkanlah permohonan kami.

Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim,
Tolong mantapkanlah aqidah kami, sempurnakanlah ibadah kami, dan baguskanlah akhlak kami. Jadikanlah kami benci pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkan kami pada golongan orang2 yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya kami bermohon kepada-Mu iman yang kekal, yang terus melekat dalam hati kami. Kami bermohon agar Engkau berikan pada diri kami keyakinan yang sungguh2 pada diri-Mu sehingga kami mampu mengetahui bahwa tiada sesuatu yang menimpa kami  selain dari yang Engkau tetapkan bagi kami. Maka tolong jadikan kami  rela terhadap apapun yang Engkau bagikan kepada kami.

Ya Allah Yang Maha Pengasih lebih dari segala yang pengasih,
Sesungguhnya Engkau adalah pelindung bagi kami di dunia ini dan di akhirat nanti. Sebagaimana Engkau telah menunjuki kami  untuk memilih Islam, maka tolong janganlah Engkau mencabutnya dari diri dan hati kami. Ya Allah Ya Waliyy, Yang Maha Melindungi, lindungilah kami dari murka-Mu dan siksa neraka. Berilah kepada kami khusnul khotimah, sudahilah amalan kami dengan kebaikan.

Wafatkanlah diri kami  dalam keadaan muslim dan dalam keadaan khusnul khotimah. Tolong wafatkan kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhoan-Mu, dan gabungkanlah kami  ke dalam orang2 yang sholeh dengan tanpa nista dan cobaan.

Ya Allah Ya Ghoffar Ya ‘Afuuw, Yang Maha Mengampuni Yang Maha Pemaaf,
Ampunilah segala dosa2 kami, dan condongkan diri kami pada kebaikan. Tolong peliharalah daging dan kulit kami  dari siksa kubur dan neraka. Dan janganlah Engkau hinakan kami  di hari kiamat nanti. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Berilah kepada kami  taubat nasuha dan taubat sebelum mati, ketenangan ketika hendak mati, keampunan dan rahmat sesudah mati, keampunan ketika dihisab, serta berilah kami cahaya dan perlindungan kelak dalam kubur kami.

Ya Allah, Ya Wahhab, Yang Maha Penganugerah,
Cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia di hati kami. Bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka, serta masukkanlah kami  dalam golongan orang2 yang mendapat petunjuk. Ya Allah Ya Fattaah Ya ‘Aliim, berilah kami  tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah kami  ke dalam kalangan orang-orang yang sholeh dan berilmu.

Ya Allah, Ya Haadii Ya ‘Aliim, Yang Maha Pemberi Petunjuk Yang Maha Mengetahui,
Berikanlah kepada kami hidayah untuk berbuat baik dan menuntut ilmu, dan tetapkanlah kami pada kebaikan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. Berilah kami kemampuan untuk berada dalam kebaikan dan kebenaran serta menjauhi apa2 yang Engkau larang dan perbuatan sia-sia. Berilah kami ilmu yang bermanfaat bagi urusan akhirat kami. Berilah kami ilmu yang bisa melancarkan urusan dunia kami.

Ya Allah, Ya ‘Aliyy Ya Hasiib,
Tolong terimalah amalan kami. Berilah kami petunjuk dan kekuatan untuk mampu selalu taat dan bersyukur kepada-Mu. Rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga mampu tinggalkan segala keburukan dan hal2 yang sia-sia. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap kebaikan dan segala yang membuat-Mu makin ridho terhadap diri kami.

Ya Allah Ya Ghoffar,
Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Kami bermohon agar Engkau hapuskan apa2 yang Engkau ketahui dari dosa kami. Ampunilah kesalahan kami terhadap-Mu, dan bebaskanlah kami  dari padanya. Hindarkanlah diri kami dari dosa terhadap sesama manusia, dan bebaskanlah kami  dari padanya.

Ya Allah Ya Ghofuur,
janganlah Engkau biarkan di diri kami suatu dosa pun kecuali Engkau ampunkan, tiada kesusahan dalam diri kami kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat keperluan kecuali Engkau penuhi dan mudahkan. Mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah seluruh amal perbuatan kami dengan amal yang sholeh.

Kami  berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kami perbuat, serta keburukan2 yang ditimbulkan darinya. Kami juga berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari.

Kami  bermohon kepada-Mu segala kebaikan baik yang cepat maupun lambat dan berikanlah kepada kami rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih.

Sesungguhnya kami mengakui segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Tolong cukupkanlah diri kami dan keluarga kami dengan harta dan rizki-Mu yang halal, hindarkan dan jauhkan kami dari segala yang haram. Puaskanlah kami dengan nikmat dan anugerah yang telah Engkau berikan, dan gantilah apa-apa yang hilang dan lepas dari kami dengan kemurahan dan kebajikan dari-Mu.

Kami  bermohon pada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba2-Mu yang sholeh. Dan kami berlindung pada-Mu dari kejahatan yang hamba2-Mu yang sholeh meminta perlindungan dari padanya. Berilah kepada kami apa2 yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul-Mu. Ya Allah, kami  bermohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan kami berlindung pada-Mu dari kejahatan sebagaimana yang diminta oleh Nabi-Mu Muhammad Saw. Buatlah diri kami lebih mengenal Rasul-Mu, dan gerakkan serta mudahkan kami dalam meneladani Rasul-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ya Allah, kami  bermohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan dan aqidah yang benar, ibadah yang baik, akhlak yang bagus, rizki yang halal, baik, luas dan berlimpah, hati yang khusyu’, lidah dan hati yang selalu berdzikir kepada-Mu.

Ya Allah Ya Jabbaar Ya Qowiyy, Yang Maha Perkasa Sang Maha Sumber Kekuatan,
Berilah kami kesehatan dan vitalitas fisik sepanjang usia kami, agar kami bisa kuat dan giat beribadah kepada-Mu dan juga mampu memberikan kemanfaatan bagi seluruh makhluk-Mu. Berilah kami kekuatan hingga mampu saling mengingatkan dalam taqwa dan kebaikan.
Tolong berikanlah kepada kami surga-Mu, segala nikmat di dalamnya dan apapun yang bisa mendekatkan kami kepadanya, baik dari ucapan maupun amal perbuatan. Lindungilah kami dari neraka-Mu serta apapun yang bisa mendekatkan kami kepadanya, baik dari ucapan maupun amal perbuatan.

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

“ Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii "


(Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku)

Subhana robbika robbil ‘izzati ‘amma yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliin. Wal hamdulillaahi robbil ‘aalamiin.