Labels

100 Tokoh Dunia (97) Alam (28) Alien (9) Artikel (266) Binatang (18) Catatanku (17) Do"a (7) Download (6) FACEBOOK (8) Fakta (20) Film (23) Foto (91) GaMe (3) Handphone (6) Imsakiyah (17) Indonesiaku (3) Internet (11) Islam (174) Kata2 (5) Kenapa? (9) Kesehatan (24) Kisah (35) Kisah 25 Nabi (22) Komputer (12) Lelucon (33) Minangkabau (21) Misteri (73) Musik (9) Nusantara (1) Olah Raga (17) Pendidikan (2) Photoshop (86) Puisi (14) Renungan (37) Sejarah (109) Teknologi (13) Tips n Trik (16) Tokoh (165) Tour De Singkarak 2011 (7) Tour De Singkarak 2013 (1) TV (7) Unik n Kreatif (286) Video (7) Widget (1)

NASA Sembunyikan Bukti Empiris Malam Lailatul Qadar


Tidak banyak orang yang peduli dengan bukti ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadr. Setelah mencari di mesin Google, penulis menemukan sebuah tweet dari akun BasongStil dengan ungkapan “Org2 yg kerja di NASA mungkin berasa ada yg fenomena beda pas malam lailatul qadar, tp mereka bingung dan heran. Mungkin loh ya.” Selebihnya tidak ada yang membahas kaitan malam Lailatul Qadar dengan NASA.

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya. Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (???????); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.”

Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul Qadar dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun. Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam. Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir

Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA. Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah me-remove satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari. Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.

Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendeklarasikan keislamannya.

Setelah Carnar masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti turut Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyaratkan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya. Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya Matahari.

Carnar kemudian mendatangi pakar Inggris itu dan melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki. Karena itu, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombangnya.

Artikel ini mungkin terlalu berlebihan. Namun patut dijadikan bahan renungan. Sebagian nama tokoh NASA di atas seperti Carner memang tidak ditemukan di dunia maya ketika dicari di google.com atau mesin pencari lain. Wallahu A’lam.

Misteri dan Sejarah Keberadaan Supriyadi, Mantan Panglima PETA

Gambar Supriyadi Sang Panglima Peta yang dipublikasikan
lewat buku-buku akademis

Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Fakta sejarah yang lama terpendam kini terkuak kembali. Dia adalah Supriyadi, tokoh muda pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar, yang terjadi pada 14 Februari 1945 dulu.

Pada waktu itu, Supriyadi anggota tentara PETA, sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Orang orang Indonesia yang misterius...!!!
Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.


Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun. Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya.



Namun tiba-tiba Andaryoko Wisnu Prabu, 88, mengaku sebagai Supriyadi seperti yang dimaksud di atas. Dia membenarkan bahwa tentara Pembela Tanah Air (PETA) melakukan pemberontakan terhadap Jepang di Blitar. Karena kalah oleh tentara Jepang, Andaryoko dan pasukannya sembunyi di hutan selama 3 bulan.

Menurutnya pula, ada sekitar 200 pejuang PETA yang menyerang markas Jepang pada pukul 02.00 WIB, 14 Februari 1945. PETA melakukan pemberontakan karena tidak rela penduduk Indonesia diminta membungkuk-bungkuk pada Jepang dan dipukuli.

“Banyak yang mati dalam perang dadakan itu,” kata Andaryoko kepada The Jakarta Post dan detikcom di rumahnya di Jalan Mahesa Raya, Pedurungan, Semarang, Selasa (12/8/2008). Pejuang PETA kalah karena Jepang meminta bala bantuan dari Kediri, Malang, dan sekitarnya.

Akhirnya, pejuang PETA pun lari menyelamatkan diri dan mengungsi ke hutan mulai dari Blitar Selatan, Hutan Purwo, dan Ketonggo, Ngawi. Mereka bersembunyi hingga bulai Mei 1945.

Pada Mei 1945 itu, Andaryoko keluar hutan dan menemui Bung Karno di Jakarta. Pada saat bersamaan, Bung Karno ikut sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)..

“Saya diterima pengawal presiden. Bung Karno pada awalnya tidak percaya. Tapi setelah saya katakan,’Bung, Anda itu pemimpin. Kalau tidak mempercayai orang sendiri, saya harus percaya kepada siapa”, paparnya.

Akhirnya, Andaryoko diajak ke ruang belakang dan berbincang macam-macam. Saat itulah, dia berhubungan langsung dengan Bung Karno. Presiden pertama itu menyebut Andaryoko dengan panggilan `Sup` (Supriyadi).

Pada saat itulah Bung Karno berpesan kepada Andaryoko alias Supriyadi. “Sup, kamu kan mengalami sendiri sejarah bangsa ini. Tolong kalau kamu diberi umur panjang, kamu ceritakan semua yang kamu ketahui,” kata Andaryoko menirukan ucapan proklamator Kemerdekaan RI itu.

Sementara itu, terkait munculnya kembali kabar tentang keberadaan Supriyadi, Pemkab Blitar mengharapkan agar dilakukan penelitian dan pembuktian untuk memastikan kebenarannya.

Selama ini, keyakinan yang dipegang Pemkab Blitar adalah bahwa Supriyadi telah menghilang sejak meletusnya pemberontakan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945 lalu. Dan, hingga kini tak ada yang mengetahui keberadaannya, juga kuburnya.

“Harus ada penelitian dari tim ahli untuk membuktikan kebenarannya,” kata Kabag Humas Pemkot Blitar, I Made Sukawardhana, Selasa (12/8).

Beberapa literatur sejarah juga belum ada yang memastikan bahwa Supriyadi masih hidup, termasuk memberi petunjuk tentang lokasi makamnya jika memang dia telah mati. “Kami menganggap ini (pengakuan Andaryoko) baru sebatas pengakuan, sehingga harus dibuktikan kebenarannya,” jelas Made




Andaryoko dan foto diri dikala muda


Pedang Samurai milik tentara Jepang yang ia bunuh


Andaryoko hadir saat Proklamasi dan Pengibaran Bendera Pusaka ?

======================================================
Pahlawan Supriadi Masih Hidup

Namanya Berganti Andaryoko, Usianya Sekarang 88 Tahun.
Sungguh Beliau Pahlawan Yang Hebat

Fakta sejarah yang lama terpendam kini terkuak kembali. Dia adalah Supriyadi, tokoh muda
pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar, yang terjadi pada 14 Februari 1945 dulu.

Pada waktu itu, Supriyadi anggota tentara PETA, sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya.
Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap
misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Apakah benar demikian? Hilang ke mana?
Teka-teki itu mulai terkuak pada sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang 9 Agustus lalu. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama  Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.


Selain dari bukti foto, penuturannya yang gamblang tentang PETA dan perjuangan  Indonesia pasca kemerdekaan, keaslian Andaryoko sebagai Supriyadi diperkuat oleh pengakuan sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Jogjakarta, Dr Baskara Tulus Wardaya.

Dengan menggali aneka sumber dan ditambah aneka foto-foto pendukung serta wawancara dengan Andaryoko sendiri, Baskara tiba pada satu kesimpulan: Andaryoko adalah  Supriyadi. Setelah menghilang, Supriyadi memang berganti nama menjadi Andaryoko.

Baskara berharap, publik memberi kesempatan bagi Andaryoko untuk menyampaikan narasi/penuturan sejarah perjuangan yang pernah ia jalani lewat tulisan, seperti dalam buku Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno.

“Saya berjumpa beliau sekitar April 2008 dalam sebuah penelusuran sejarah. Saya ingin mencari pelaku-pelaku sejarah baru. Saya kemudian menemukan beliau dan wawancara. Belakangan beliau baru mengaku sebagai Supriyadi,” tutur Baskara saat dihubungi Surya, Selasa (12/8).

Dari interaksi dengan Andaryoko, Baskara mendapati sesuatu yang berbeda. Menurut dia, beberapa orang yang sebelumnya mengaku sebagai Supriyadi biasanya memiliki beberapa ciri. Di antaranya, selalu dikaitkan dengan mistis, hanya berpusat pada sosok dirinya, dan tidak bisa mengaitkan sejarah dengan perkembangan pasca kemerdekaan dan zaman kekinian.

“Tetapi Andaryoko ini, dia orangnya rasional dan spiritual. Dia bisa mengaitkan sejarah tempo dulu dan sekarang. Ia juga kritis terhadap situasi saat ini,” katanya.

Baskara mencontohkan, cerita Andaryoko mengenai peran pemuda menuju kemerdekaan yang sangat besar. Sebagai pelaku sejarah, Andaryoko menyebut, pemuda pada zaman itu sudah memiliki kesadaran politik yang kuat. Mereka sadar, pemberontakan yang akan mereka lakukan pada tentara Jepang saat itu pasti tidak ada gunanya karena kalah persenjataan.

“Tapi, toh itu tetap mereka lakukan, karena mereka sadar bahwa perjuangan perlu simbol. Mereka melakukan itu karena gundah melihat kekejaman tentara Jepang terhadap rakyat Indonesia,” urai Baskara yang juga Kepala Pusat Sejarah dan Etika Politik (Pusdep) Universitas Sanata Dharma Jogjakarta itu.

Andaryoko lahir 23 Maret 1920. Saat masuk PETA, usianya ‘dituakan’ tiga tahun. “Sehingga ia mengikuti pendidikan tentara saat berusia 25 tahun. Jika dirunut sampai tahun 1945, maka pemberontakan yang dilakukannya wajar, karena usianya relatif muda,” ungkapnya.

Di rumah Andaryoko yang kini ia tinggali, juga tidak terdapat banyak peninggalan. Saat melarikan diri, sebut Baskara, ia hanya mengenakan satu baju tanpa membawa peralatan lain. “Ia hanya punya foto semasa muda waktu masuk PETA dan sebuah samurai asli tentara Jepang. Katanya, itu milik tentara yang dia bunuh,” ujarnya.

Sangat Mirip

Saat Andaryoko dikunjungi wartawan di rumahnya di Jl Mahesa No. 101, Pedurungan, Semarang, Selasa (12/ 8) kemarin, bukti-bukti yang menegaskan bahwa dia sebagai Supriyadi makin kuat.

Andaryoko antara lain menunjukkan foto dirinya saat masih muda. Dia kemudian membandingkan foto Supriyadi yang dipublikasikan di buku berjudul 30 Tahun Indonesia Merdeka yang diterbitkan Cipta Lamtorogung tahun 1985. Begitu dua foto itu disandingkan, memang sangat mirip.

Pertanyaannya, kenapa Andaryoko baru membuka jati dirinya?

Ada dua alasan mengapa dirinya baru buka-bukaan sekarang ini. Pertama, adanya dorongan dari banyak pihak agar dirinya segera membuka diri. Di masa lalu setelah pemberontakan PETA Blitar, dia sengaja menyamarkan diri agar tidak ditangkap tentara Jepang.

Alasan kedua, saat ini merupakan saat yang pas bagi Andaryoko untuk membuka diri ke publik. “Dulu Bung Karno pernah berpesan kepada saya begini, `Sup, kamu kan mengalami sendiri sejarah bangsa ini. Tolong kalau kamu diberi umur panjang, kamu ceritakan semua yang kamu ketahui`. Dan sekarang inilah saatnya saya melaksanakan pesan Bung Karno, karena saya sudah berusia lanjut,” kata Andaryoko yang kemarin mengenakan baju warna cokelat.

Setelah menghilang ke hutan-hutan selama sekitar 3 bulan sejak pemberontakan di Blitar, kata Andaryoko, dirinya mulai keluar dan menemui Bung Karno. Sempat ragu bahwa yang datang adalah Supriyadi, Bung Karno kemudian mengajak berbicara cukup lama pada Mei 1945 itu. Akhirnya Bung Karno mengakui dan langsung menyapa Supriyadi dengan panggilan `Sup`.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Andaryoko mengaku sempat diminta Bung Karno untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat. Namun ia menolak.

Bung Karno kemudian meminta Supriyadi ke Semarang menemui Wakil Residen Semarang, Wongsonegoro. “Saya diterima menjadi staf kantor Residen Semarang . Nama saya diganti menjadi Andaryoko,” katanya.

Dalam perkembangan politik selanjutnya, ia sangat kecewa ketika Republik Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat hasil dari Konferensi Meja Bundar di Denhaag, Belanda. Di sana ada Uni Indonesia yang diketuai oleh Belanda. Itu artinya sama saja masih dijajah Belanda. Supriyadi pun kemudian menghilang.

Ia tidak bercerita apa saja yang ia kerjakan selama menghilang itu. Namun beberapa kali ia wira-wiri Semarang-Blora untuk keperluan meruwat (sebuah ritual tradisional penolak bala ala kepercayaan Jawa) selain untuk keperluan keluarga.

Baskara berpendapat, cerita Andaryoko boleh tidak dipercaya. Tapi, doktor sejarah lulusan Universitas Marquette, Wisconsin, Amerika Serikat (AS) ini pun mempertanyakan mengapa pemerintahan Jepang kala itu tidak pernah mengumumkan kematian Supriyadi.

“Menjadi kebiasaan waktu itu, tentara republik yang menjadi pemberontak Jepang dan gagal, kalau mati pasti diumumkan. Itu untuk mematahkan semangat perjuangan tentara lainnya yang ingin berontak. Tapi kita ingat, sampai sekarang tidak pernah dikabarkan kapan ia mati dan di mana makamnya,” tegas Baskara.

Andai setelah kemunculan Andaryoko ini muncul pro dan kontra, Baskara melihatnya sebagai sesuatu yang positif. Ia mengajak keluarga Supriyadi yang ada di Blitar atau daerah lain serta para sejarawan ikut mendiskusikan masalah itu dalam kerangka akademis.

Andaryoko sendiri siap untuk dikonfrontir dengan keluarga Supriyadi untuk membuktikan kebenaran. “Ya silakan kalau mau (datang ke sini),” kata Andaryoko. Sejauh ini, tak ada orang yang datang ke rumahnya untuk meminta klarifikasi.

Termasuk pejabat dan tokoh-tokoh penting. Dia tidak pernah mengharap kedatangan dan tidak menolak kedatangan
mereka.

Selama tinggal di Semarang, Andaryoko berpindah-pindah tempat. Pada awalnya, dia tinggal di Jalan Majapahit. Dan terakhir, pada tahun 2001 hingga kini, dia menempati rumah di Pedurungan. Dilihat dari rumahnya, keluarga Andaryoko terbilang berkecukupan. Rumah bercat itu berdiri kokoh dan asri seolah siap menerima kedatangan siapa pun.

Andaryoko mempunyai empat anak, yakni Reni, Andarwanto, Akso, dan Wening. Wening saat ini bekerja di Departemen Luar Negeri.

sumber : surya online

======================================================


Pensiunan Karesidenan Semarang Mengaku Supriyadi

kompas.com - Andaryoko Wisnuprabu (89), seorang pensiunan sekretaris Karesidenan Semarang, Jawa Tengah mengaku dirinya adalah Supriyadi, mantan Menteri Keamanan Rakyat sekaligus Panglima Tentara Keamanan Rakyat tahun 1945.

Ketika ditemui di kediamannya di Pedurungan, Semarang, Selasa (12/8), Andaryoko mengungkapkan tidak khawatir jika publik tidak mempercayainya. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya. "Kalau ada orang lain yang tidak setuju, silahkan saja, tetapi seharusnya mereka juga punya bukti, tidak asal omong saja, " ujarnya.

Andaryoko juga memperlihatkan beberapa bukti yang dimilikinya berupa foto dirinya yang mirip dengan foto yang tertera di buku-buku ilmu sejarah. Dalam foto itu, ia tidak berkumis. Ia juga menunjukkan foto dirinya dengan kumis yang tidak jauh berbeda dengan foto pertama. Kumis itu dimaksukan oleh Andaryoko untuk menyembunyikan identitas dirinya.

Bukti lain terkait identitas dirinya sebagai Supriyadi tidak dimiliki oleh Andaryoko. Ia mengatakan sengaja tidak menyimpan identitas aslinya agar tidak diketahui orang lain.

Andaryoko menyebutkan alasannya menyembunyikan identitas sebagai Supriyadi karena menganggap pascakekalahannya memimpin pemberontakan PETA tahun 1945, situasi tidak aman. "Dulu lebih tepatnya karena malu, kami waktu itu kalah karena kurang personil dan persenjataan. Sekarang, saya kira situasi sudah memungkinkan untuk menceritakan yang sebenarnya, jadi saya ungkap semuanya, " tuturnya.

Cucu Andaryoko, Bachtiar (30) menyebutkan, sebenarnya Andaryoko sudah mulai menceritakan perihal Supriyadi kepadanya sejak tahun 2003. Waktu itu saya masih belum percaya. "Mulai saat itu, saya selalu mengamati tingkah laku eyang dan kegiatan-kegiatannya. Sepertinya memang benar karena semuanya menguatkan. Eyang tahu persis kejadian dengan detail dan bisa menjelaskannya dengan baik, " katanya.

Bachtiar mengungkapkan, tidak ada yang berbeda setelah Andaryoko mengungkapkan identitasnya sebagai Supriyadi. Ia hanya mengingatkan eyangnya akan risiko yang akan ditanggung setelah pengungkapan ini.

======================================================

Adik Tiri Supriyadi Kesal Harus Selalu Cek

kompas.com - Pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu bahwa dirinya adalah Supriyadi, pahlawan nasional asal Blitar yang dicatat sejarah menghilang, mendapat tentangan dari adik tiri Supriyadi, Utomo Darmadi. Utomo menyebut bahwa pengakuan Andaryoko itu sama sekali tidak benar. Utomo bahkan menyindir Andaryoko sebagai orang yang hanya mengejar sensasi.

"Dia itu ngaku-ngaku, nggak bener itu," ujar Ki Utomo darmadi kepada persdanetwork di Jakarta, Selasa (12/8). Dikatakan Utomo Darmadi, dirinya langsung tahu bahwa Andaryoko itu bukanlah Supriyadi saat melihat wajahnya di televisi. Menurut Utomo, kalaupun berubah dari orang muda ke tua, bentuk wajahnya tidak akan jauh berubah. Seperti telinganya.

"Tadi saya sepintas melihat di TV, lha liat gambarnya kelihatan memang bukan. Saya adiknya kan tahu rupanya Supriyadi," lanjut dia. Utomo menyebut bahwa ini bukan kali pertama ada orang yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi. Ia menyebut sudah puluhan kali ada kejadian serupa. Dan yang diakui Utomo membuat dirinya kesal karena dirinya yang selalu disuruh mengecek kebenaran dari orang yang mengaku-ngaku tersebut.

Ia mencontohkan, saat Try Soetrisno masih menjabat sebagai wakil presiden, dirinya mendapat surat dari Kolonel Wiguno dari AURI di Jogjakarta. Inti surat itu kata Utomo bahwa ditemukan Supriyadi di Lampung yang kemudian dibawa ke Jogjakarta. "Saya bilang ora bener. Saya lalu ke sana dan memang bukan. Itu sudah berapa puluh kali orang ngaku. Dan yah itu yang membuat kesel, saya disuruh menyaksikan yang gak bener," kenang Utomo.

Utomo menyebut adalah urusan pemerintah untuk menangani orang-orang yang menurutnya senang membikin sensasi seperti itu. Ia menegaskan bahwa sebagai pihak keluarga Supriyadi, dirinya tidak berniat melakukan tindakan apa-apa terhadap orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai kakaknya. "Itu urusan pemerintah. Mereka itu kan orang sekarng suka sensai, karena pelakunya sudah nggak ada," tambah dia.

Kalaupun nantinya Andaryoko tetap mengaku bahwa dirinya adalah Supriyadi, Utomo Darmadi mengaku siap dipertemukan langsung. Utomo menyebut bahwa dirinya sudah ditawari oleh sejarawan Baskara T Wardaya untuk bertemu langsung dengan Andaryoko. "Kalau seperti itu yah suruh saja hadap-hadapan sama saya. Yah saya adiknya masak nggak ngerti rupanya. Lha wong liat di TV memang bukan," sambung dia.

Lalu, bagaimana cara Utomo mengetes apakah Andaryoko adalah Supriyadi palsu atau benaran ? Utomo menyebut dulu ia pernah melakukan hal serupa dengan cara mengetes apakah yang bersangkutan bisa berbicara, mengenal istilah-istilah Belanda dan Jepang seperti Supriyadi. Namun, kata dia, itu tidak terlalu menjamin. Ia lebih percaya dengan penglihatan bentuk fisik langsung dari yang mengaku-ngaku Supriyadi tersebut. "Katanya bisa basa Jepang, coro Londo. Tapi kan dari gambarnya saya tahu itu gak bener," lanjut Utomo.

Utomo percaya bahwa secara logika, kakaknya itu memang sudah meninggal pada tahun 1945 silam. Namun, kata dia, adalah kepintaran dari pihak Jepang yang kemudian mengaburkan kematian Supriyadi dengan menyebut bahwa Supriyadi bisa ilmu menghilang. "Jepang pintar, ngerti kejiwaan orang jawa. Lalu crita bahwa Supriyadi iso ngilang. Lha opo bapakku kuwi gendruwo, duwe anak isa ngilang. Kita rasional saja lha," ujarnya.

Ia lalu mengisahkan, bahwa bapaknya dihukum di penjara Kediri. Kemudian, keluarganya, ibu, dirinya dan adik-adiknya ditahan di kertosono di rumah yang dijaga ketat dan tidak diperbolehkan keluar sampai proklamasi. "Kalo nggak ada proklamasi, September itu sudah ada rencana pembunuhan besar-besaran terhadap keluarga pemberontak itu," kenangnya.

Menurut Utomo, kalaupun sudah meninggal dan tidak ada makamnya, itu adalah hal yang wajar selama pendudukan zaman Jepang. "Saya beritahu, zaman jepang itu, orang mati yang gak ngerti makamnya gak pirang-pirang. Pahlawan nasional dr Muwardi, sampe sekarang makamnya ga ketahuan. Itu orang tanya begitu, itu nanya debat kusir," kata dia.
======================================================

Bagaimana awal mula pemberontakan Peta di Blitar?
Waktu itu menjelang Agustus 1945, ada 200 pasukan Peta. Kami kalah perang karena Jepang mendatangkan pasukan dari Kediri dan Malang. Kami kalah dari segi jumlah dan peralatan. Kami lari bercerai-berai. Jepang memburu. Jadi buronan saya menyelamat diri lari ke hutan. Mulai dari hutan Blitar Selatan,
hutan Ketonggo hingga hutan Purwo (wilayah Kabupaten Ngawi. Saya sadar tidak ada gunanya terus-menerus bersembunyi. Saya ke Jakarta menemui Bung Karno (Ir. Sukarno) sebagai tokoh yang dianggap sebagai pemimpin Indonesia .

Apa isi pertemuan dengan Bung Karno?
Semula Bung Karno tidak percaya. Saya kemudian menceritakan siapa saya dan isah hidup saya. Untuk meyakinkan saya hanya bilang, bila pemimpin besar seperti Bung Karno tidak mempercayai, saya patah arang. Silakan Bung Karno menyerahkan saya kepada Jepang. Jepang pasti akan menghukum mati saya. Mendengar itu Bung Karno jatuh iba, dan akhirnya percaya.

Bung Karno bicara apa lagi?
Bung Karno menyarankan saya ke Semarang untuk menghadap Wakil Residen Semarang, Wongsonegoro.

Wongsonegoro tahu kalau Anda buronan Jepang?
Tahu. Ia meminta saya mengganti nama. Ia memberikan jabatan staf di antor residen. Hanya dia yang berhak memerintah saya. Bahkan Pak Wongsonegoro itu meminta saya selalu melaporkan kegiatan perjuangan demi kemerdekaan kepadanya. Semua itu juga menyangkut keselamatan dia. Bila kedok saya terbongkar, ia pasti terseret asalah karena menyembunyikan buronan Jepang. Kala itu residen dijabat orang Jepang.

Siapa nama baru Anda saat itu?
Andaryoko. Ketika Saya menggeluti aliran kepercayaan, saya tambahi nama saya menjadi Andaryoko Wisnu Prabu.

Setelah di Semarang, apa Anda bertemu lagi dengan Bung Karno?
Saya kembali ke Jakarta. Saya yang membawakan tas Bung Karno ada sidang Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI (Badan Usaha Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Ketika Jepang dibom oleh tentara sekutu, saya bersama para pemuda menganggap ini kesempatan untuk merdeka. Kami meminta para pemimpin senior seperti Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan.
Tapi tokoh tua belum mau. Para pemuda seperti saya, B.M. Diah, Sukarni, Sayuti Melik, Melok, dan beberapa nama lainnya tidak sabar.

Kami tetap berusaha mengajak para tokoh tua untuk membulatkan tekad merancang proklamasi kemederkaan di desa Rengas Dengklok.
Tempatnya sepi, dengan harapan Jepang tidak tahu. Saya dan beberapa teman bertugas menjemput dan membawa Bung Karno pada 16 Agustus 1945 petang.
Pertemuan berjalan alot, hingga pukul sebelas malam terjadi kebulatan tekad.
Pada 17 Agustus 1945 Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan.
Awalnya proklamasi akan dilaksanakan di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Daerah) Jakarta. Mengingat keamanan, kemudian tempatnya diubah di halaman rumah Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta .

Sebelumnya, Bung Karno menulis naksah proklamasi dengan tulisan tangan
dan ada coretan. Ia menyerahkan naskah itu kepada para pemuda pejuang untuk dibaca dan diketik. Sayuti Melik mengetik. Namun, yang dibaca oleh
Bung Karno tetap kertas tulisan tangan yang sempat dibuang kemudian
ditemukan kembali dan diseterika agar bisa terbaca lagi. Waktu itu hanya
sekitar 20 orang yang hadir. Kami para pemuda menjemput tokoh-tokoh
tua untuk menghadiri proklamasi itu.

Setelah teks proklamasi dibacakan, apa yang terjadi?
Dua bulan kemudian pemerintahan baru Republik Indonesia membentuk
kabinet. Saya ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat. Namun ketika
terjadi Konferensi Meja Bundar yang ditandatangi pada 27 Desember 1949
yang digelar di Den Haag Belanda yang hasilnya Indonesia menjadi
negara serikat (Republik Indonesia Serikat). Saya kecewa, karena di mana
ada Ketua Uni Indonesia yang diketuai Ratu Wilhelmina. Itu
artinya kita dijajah lagi. Semua urusan luar negeri Belanda yang menangani.
Saya akhirnya minta mundur dari jabatan menteri. Lalu Saya
kembali ke Semarang dan menjadi staf di Karesidenan Semarang lagi.

Wawancara disudahi karena Andaryoko pamit ke luar kota.
Salah satu cucunya mengatakan, eyangnya ke Blora untuk menyepi
(menyendiri) menghindari publikasi. Pada 16 Agustus nanti, bekas pejuang
Supriyadi akan menghadiri bedah buku "Kesaksian Supriyadi" di sebuah
toko buku di Yogyakarta.

tempo.com
======================================================
Misteri Supriyadi PETA Versi Ronomejo Hingga Nakajima

Teguh Budi Santoso - detikNews
Cerita soal pahlawan PETA, Supriyadi dari Blitar memang berkembang sejak dulu dalam berbagai versi. Wacana yang juga memicu kontroversi justru dikembangkan oleh Departemen Sosial. Tahun 1978, Depsos mengeluarkan serial buku Citra dan Perjuangan Perintis Kemerdekaan. Pada bagian seri tentang Pemberontakan PETA Blitar dikutip beberapa kesaksian tentang masih hidupnya Supriyadi, setidaknya sampai setelah pecahnya pemberontakan PETA Blitar.

Harjosemiarso, Kepala Desa Sumberagung pada jaman penjajahan Jepang, beberapa saat setelah pecahnya pemberontakan Blitar Februar1 1945 mengaku pernah menyembunyikan Supriyadi di rumahnya selama beberapa hari.

Ronomejo, Kamituwo Desa Ngliman, Nganjuk mengaku pernah ikut menyembunyikan Supriyadi di gua di sekitar Air Terjun Sedudo. Ia bahkan pernah mengantar Darmadi, ayahanda Supriyadi datang ke tempat persembunyian.

Seorang Jepang mantan pelatih Supriyadi di Seinendojo, Tangerang, Nakajima pada Maret 1945 mengaku pernah didatangi Supriyadi saat bertugas di Salatiga. Ia sempat menyembunyikan Supriyadi beberapa hari sampai akhirnya Supriyadi pamit akan menuju Bayah, Banten Selatan (Tempat sembunyi yang sama dengan Tan Malaka).

H Mukandar, tokoh masyarakat di Bayah, Banten mengaku pada bulan Juli 1945, dirinya pernah merawat seseorang yang terkena disentri. Pria itu mengaku bernama Supriyadi. Sayang jiwa si pria malang tak terselamatkan. Ia pun dikuburkan di Bayah. Ketika ditunjukkan foto para kadet Seinandojo PETA di Tangerang, dengan tepat Mukandar menunjuk pada foto Supriyadi.

Tak cuma Depsos, Dinas Sejarah TNI AD sendiri tak menutup pintu kemungkinan Supriyadi tak ikut wafat dalam pemberontakan Blitar. Majalah Vidya Yudha No 12/III/1971 memuat tulisan Mayor Soebardjo yang mengatakan bahwa ia mendengar dari Letnan Sasmita kalau Supriyadi tewas di Gunung Wilis menjelang datangnya kemerdekaan. Satu regu tentara Jepang menembaknya ketika ia tengah mereguk air minum.

Masih banyak lagi wacana-wacana soal sang pahlawan PETA Supriyadi. Saling silang kabar yang ada dimungkinkan karena memang hingga kini jasad Supriyadi tak pernah diketemukan. Pemerintah sendiri ‘terlanjur’ mensosialisasikan namanya sebagai sosok pahlawan. Tindakan Soekarno-Hatta yang mencantumkannya sebagai panglima tentara adalah bukti dari pengakuan tersebut.

Namun, tak semua orang menganggap Supriyadi sebagai pahlawan. Beberapa mantan anak buahnya di PETA justru melihatnya sebagai sosok pengecut. Ketika para perwira PETA yang lain (Muradi, Supardjono, Suryo Ismangil, Halir Mangkudijaya, Soedarmo, Soenanto) harus bertanggungjawab dengan merelakan kepalanya untuk dipenggal di Ancol demi pasang depan menyelamatkan nyawa anak buahnya, Supriyadi malah lari.

Mungkin ini membuat orang terlalu skeptis, namun apa pun dalih yang diungkapkan Supriyadi (Andaryoko?) nanti - jika benar ia adalah Supriyadi - takkan bisa menghapus ‘kesalahannya’ membiarkan 63 tahun lamanya publik terperdaya epos kepahlawanannya atau mungkin secara pribadi lebih penting bagi Supriyadi sendiri, perasaan terluka para mantan anak buah yang merasa ditinggalkannya begitu saja.

======================================================


Benarkah Pahlawan PETA Supriyadi Sudah Gugur? 

Kilasberita.com
Semarang, Siapa tak kenal Supriyadi. Tokoh pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melawan tentara Dai Nippon. Namun pasca pemberontakan itu, Supriyadi menghilang bahkan dikabarkan gugur. Benarkah?

Semua teka-teki tentang tokoh besar ini baru terjawab pada Sabtu 8 Agustus lalu. Pejuang kemerdekaan itu muncul dalam sebuah acara peluncuran buku di Toko Buku Gramedia Semarang, Jl Pandanaran. Buku yang dibedah juga terkait dirinya, yakni 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pengawal Utama Presiden'. Sosok Supriyadi benar-benar datang dalam acara yang dihadiri sekitar 60 orang tersebut. Bertindak sebagai pembicara adalah sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T. Wardaya.

Supriyadi sempat diwawancarai wartawan Jerman. Dia mengaku dirinya tidak mati atau hilang. Usianya sudah sangat lanjut, yakni sekitar 89 tahun.

"Dia kurus. Namanya bukan Supriyadi, tapi Andaryoko Wisnuprabu. Tapi dalam wawancara itu, dia mengaku sebagai Supriyadi," kata salah satu pengunjung diskusi, Isti (28).

Isti yang tinggal di Kawasan Timur Semarang itu menambahkan, banyak orang tidak tahu Supriyadi akan hadir di acara itu. Sebab, acara yang digembor-gemborkan justru bertajuk "Mereka Menodong Bung Karno" dengan pembicara mantan Pengawal Soekarno, Soekardjo Wilardjito.

Untuk menghindari penangkapan oleh tentara Jepang, pejuang Pembela Tanah Air (PETA), Supriyadi, mengganti nama. Selain itu, dia juga memelihara kumis.

Saat bertemu Bung Karno di Pegangsaan Timur No 56, Supriyadi diminta pergi ke Semarang. Dia harus menemui Wakil Residen Semarang, Wongsonegoro.

"Saya diterima menjadi staf Kantor Residen Semarang. Nama saya diganti menjadi Andaryoko," kata Supriyadi sebagaimana ditirukan salah satu pengunjung bedah buku di Toko Buku Gramedia Semarang, Jalan Pandanaran, Isti (28), Senin (11/8/2008).

Sejak memulai hidup di Semarang, Supriyadi memelihara kumis. Meski punya nama baru, di Jakarta, dia tetap dikenal sebagai Supriyadi.

Supriyadi tidak sempat menceritakan liku-liku hidupnya selama di Semarang. Dia hanya menyebutkan hal-hal penting terkait sejarah negara Indonesia.


======================================================Andaryoko Anggota PETA, Tetapi Bukan Supriyadi

  KOMPAS/TRI AGUNG KRISTANTO
Dr Asvi Warman Adam, ahli sejarah (sejarawan) dan peneliti LIPI


kompas.com
PENGAKUAN mengejutkan muncul dari Semarang, Selasa (12/8). Andaryoko Wisnu Prabu, 89 mengaku sebagai Supriyadi, pejuang PETA yang juga pahlawan nasional yang ditulis sejarah menghilang. Benarkah dia adalah Supriyadi? Berikut wawancara persdanetwork dengan sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam terkait pengakuan Andaryoko Wisnu Warman Adam.

Sebagai sejarawan, bagaimana komentar Anda soal pengakuan Andaryoko bahwa dirinya adalah Supriyadi ?
Sebetulnya bukan satu kali ini ada orang yang mengaku Supriyadi. Paling tidak sudah lebih dari lima kali ada orang yang mengaku Supriyadi. Dalam hal ini ada dua hal, ada supply-demand. Maksud saya, dalam situasi kritis, orang butuh apa yang disebut dengan ratu adil. Misal dengan adanya tokoh yang dianggap menyelesakan persoalan, apakah pahlawan yang hilang. Nah di tengah kebutuhan masyarakat itu, ada Andaryoko yang di Semarang cukup lama dikenal sebagai budayawan, yang tahu banyak tentang peristiwa Blitar, yang ternyata tahu banyak tentang Supriyadi, yang akhirnya dipercaya sebagai Supriyadi.

Apakah Anda berpikir dia Supriyadi atau bukan ?
Saya lebih meyakini dia sebagai anggota PETA yang kemudian bekerja di Semarang di bidang pemerintahan dan mendapat kedudukan yang cukup lumayan, dan dia orangnya cerdas dan sehat, sehingga sampai sekarang masih umur panjang. Sebagai seorang anggota PETA yang ada di Blitar, dia tahu segala kegiatan PETA di Blitar. Tapi mungkin bukan Supriyadi, karena anggota PETA yang ada waktu itu kan ratusan.

Bagaimana caranya untuk membuktikan kebenaran yang bersangkutan Supriyadi atau bukan ?
Waktu Try Soetrisno jadi Wakil Presiden itu ada orang di Jogja ngaku sebagia Supriyadi. Kemudian Pak Try meminta Utomo Darmadi adik tiri Supriyadi untuk datang ke Jogja, dan mengecek dua hal. Pertama ngajak ngomong Belanda dan orang itu gak ngerti. Kemudian dia mencoba menanyakan sesuatu dalam bahasa populer jepang, orang itu gak bisa nangkap. Supriyadi itu sekolah MULO dan STOVIA, jadi bahasa Belanda lumayan, juga latihan jepang, Jadi banyak menguasai istilah-istilah Jepang, tapi orang itu dua-duanya nggak bisa.

Bagaimana dengan Andaryoko ?
Ini kan orangnya sudah sangat tua. Tetapi dalam percakapan dengan Baskara Wardaya dia sama sekali tidak pernah mengucap istilah bahasa Belanda satupun. Padahal orang yang berusia 70-80 seperti ibu SK trimurti, itu pasti keluar istilah Belanda karena pernah sekolah, pasti masih lengket. Ini kan cuma jawa saja

Cara lain ?
Bisa melalui keterangan-keterangan dia. Kita bisa mempercayai tokoh sejarah berdasarkan keterangan/pengetahuan yang dia sampaikan. Kalau informasi itu keliru kita bisa meragukan integritas dia.

Lalu, bagaimana dengan Andaryoko ?
Hampir banyak sekali dari informasi yang dia sampaikan itu tidak cocok dengan fakta historis.

Misalnya?
Misalnya dia menyatakan 17 agustus dia hadir waktu upacara penaikan bendera, dan bahkan ia ikut mengerek bendera. Padahal secara historis yang mengerek bendera itu adalah Latif Hendradiningrat, yang dibantu seorang anak kecil berpakaian celana pendek. Dia juga menyatakan sidang BPUPKI dia ikut membawakan tas Bung Karno, jadi apakah betul BK untuk ikut sidang itu bawa tas atau bagaimana.

Lainnya ?
Dia menyatakan sidang-sidang untuk menetapkan UUD 45 di gedung juang yang sekarang. Sebetulnya itu keliru juga karena sidang itu di gedung Pantjasila yang sekarang berada di dalam kompleks Deplu Pejambon. Dan yang menurut saya yang sangat aneh, dia tahun 45 menolak untuk ikut dalam pemerintahan karena dia meramalkan dalam 20 tahun lagi akan ada huru-hara di Indonesia dan ketika itu orang yang dukung Bung Karno akan tersingkir. Dia milih di luar pemerintahan. Menurut saya itu klenik, mistis, karena CIA saja tidak bisa meramalkan dengan tepat. Kemudian dia juga hadir di dalam Supersemar diserahkan di istana bogor, jadi banyak sekali kebetulan yang menimbulkan tanda tanya. Pengakuan Andaryoko dipertanyakan karena dia itu hadir di mana-mana. Dia itu tokoh mistis yang bisa meramal kejadian pada 20 tahun yang akan datang.

Lalu, bagaimana jika dia memang benar Supriyadi ?
Persoalannya, pahlawan nasional selama ini diusulkan oleh Depsos itu adalah orang yang sudah meninggal. Karena kalo belum meninggal diangkat jadi pahlawan, dan lalu dia melakukan hal tidak terpuji, itu akan sangat memalukan bangsa. Kalau Supriyadi sudah dinyatakan Pahlawan Nasional, dan ternyata ada orang masih hidup, apakah gelar kepahlawanan itu akan dicabut atau dicancell, menunggu sampai dia meninggal baru dikembalikan gelarnya, jadi agak repot juga. Karena selama ini, dia dinyatakan hilang meninggal.

Apa selama ini sudah ada upaya untuk mengecek Supriyadi memang sudah meninggal ?
Pemerintah juga melakukan upaya penggalian sebelum diangkat pehlawan. Dicari keterangan bahwa ada seorang haji di Banten yang menguburkan Supriyadi, ditunjukkan foto Supriyadi, dan pak haji di Banten itu tahu. Lalu kemudian ditemukan kerangka yang ternyata oleh adik tirinya dikatakan bukan punya ciri-ciri Supriyadi.

======================================================Pemerintah Blitar Akan Pertontonkan Pemberontakan PETA di Blitar



TEMPO Interaktif, Surabaya:Untuk membuktikan pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu, warga Semarang yang mengaku sebagai Supriyadi, Pemerintah Kota Blitar akan mempertontonkan drama kolosal yang tiap tahun dipentaskan di Blitar tiap tanggal 14 Pebruari. Hal itu perlu dilakukan karena tiap tahun para veteran PETA (Pembela Tanah Air) dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Blitar sambil melihat drama kolosal pemberontakan PETA.

"Kami siap mementaskan drama kolosal pemberontakan PETA untuk Pak Andaryoko dan mempertemukannya dengan para pejuang PETA," kata Walikota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat kepada Tempo melalui telepon selulernya, Kamis (14/8).

Pertemuan dengan para pelaku pemberontakan PETA itu akan menjadi kesaksian otentik, apakah Andaryoko benar-benar Supriyadi atau hanya karangan cerita isapan jempol semata. Meskipun peristiwa itu telah terjadi 63 tahun silam, namun pasti ada hal-hal khusus yang bisa mengingatkan atau membuka kambali memori seseorang atas peritiwa itu.

"Jika ternyata para veteran PETA sama sekali tidak kenal dengan Andaryoko, berarti pengakuannya sebagai Supriyadi tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Djarot.

Sebelum dilakukan pertemuan antara Andaryoko dengan para relawan PETA dan keluarga Supriyadi di Blitar, Walikota Blitar meminta semua pihak tidak menjatuhkan vonis apapun kepada Andaryoko. "Biar dibuktikan dulu melalui uji sejarah yang berlandaskan analisis histori yang benar. Siapa tahu memang beliau adalah Supriyadi yang sesungguhnya," kata Walikota Djarot.
======================================================
Sejarah Supriyadi Dibelokkan Rezim Orde Baru

TEMPO Interaktif, Jakarta


Bahtiar Setyo Wicaksono, salah satu cucu Andaryoko Wisnu Prabu, mengungkapkan siapa sejatinya kakek 88 tahun yang mengaku sebagai Supriyadi, pejuang Peta di Blitar, Jawa Timur. Bahtiar adalah cucu Andaryoko yang tinggal serumah dan selalu menyertai kakeknya ke manapun pergi. Berikut wawancara Sohirin dari Tempo dengan pria 33 tahun tersebut.


Sejak kapan Andaryoko mengungkapkan dirinya seorang Supriyadi?


Sejak 2003, eyang mengumpulkan anak cucunya. Saat itu Senin Pahing di rumah eyang. Eyang memang suka bercerita tentang zaman revolusi.

Keluarga langsung percaya?

Tidak. Bahkan menganggap eyang bergurau. Tapi dari beberapa kesempatan, eyang terus meyakinkan kami.

Apa yang kemudian membuat keluarga menjadi percaya?

Suatu ketika eyang mengajak saya membuktikan bahwa dirinya Supriyadi, yaitu datang ke museum Supriyadi di Blitar. Di sana eyang mengatakan bahwa foto Supriyadi yang dipasang di museum bukan foto asli. Tapi memang sangat mirip dengan foto eyang.

Saya juga diajak menemui perempuan tua di Sragen. Menurut eyang perempuan tersebut adalah Sarinah, mantan pembantu Bung Karno. Ibu Sarinah sudah pikun. Kemudian saya diajak menemui Letnan Jenderal Marinir Chaerul Fathullah, mantan ajudan Bung Karno, yang tinggal di Kroya, Cilacap. Usia Pak Chaerul 115 tahun, tapi belum pikun.

Pak Chaerul memanggil eyang dengan sapaan Dik Sup. Pak Chaerul bercerita saat Bung Karno dan beberapa tokoh kemerdekaan berkumpul di Rengas Dengklok, datanglah beberapa serdadu Jepang. Saat itu Pak Chaerul sudah menyiapkan senjata untuk menembak serdadu Jepang. Kata Pak Chaerul: Untung Dik Sup mengingatkan saya, sehingga saya tidak jadi menembak.

Suatu hari Pak Baskara (pengarang buku Kesaksian Supriyadi) mempertemukan eyang dengan Sukarjo Wilarjito (mantan pembantu Bung Karno) pengarang buku "Mereka Menodong Bung Karno". Pak Baskara bertanya kepada Pak Wilarjito apakah kenal dengan Andaryoko. Pak Wilarjito berkata, "Siapa ya.. kok wajahnya tidak asing...Oh, Kang Sup ya...". Pak Wilarjito memanggil eyang dengan sapaan Kang Sup.

Ada bukti lain yang makin menyakinkan keluarga?

Dengan data dan peristiwa tersebut, saya dan keluarga sangat yakin. Sebetulnya eyang masih mempunyai satu saksi kunci yang masih hidup, tapi kata eyang, belum saatnya disebutkan sekarang.

Siapa saksi kunci tersebut?

Eyang eyang masih merahasiakannya, tapi dia adalah bekas anak buah eyang di pasukan Peta.

Sebelumnya sudah ada yang mengaku sebagai Supriyadi?

Awalnya kami juga mengingatkan eyang, jangan mengaku-ngaku. Tapi eyang terus membuktikan dirinya Supriyadi. Eyang mengatakan bahwa semua itu palsu. Bahkan pernah bilang suatu saat yang asli akan muncul betulan.

Pengakuannya sebagai Supriyadi menimbulkan polemik?

Sadar dengan sesadar-sadarnya. Tapi eyang selalu bilang bahwa hal ini dilakukan untuk meluruskan sejarah bangsa. Orang lain mau percaya atau tidak, tidak peduli. Yang penting tugas meluruskan sejarah sebagaimana yang diamanatkan Bung Karno sudah dilaksanakan. Eyang juga tidak mau diangkat sebagai pahlawan.

Kenapa baru diceriterakan sekarang?


Setiap kali saya menanyakan itu, saya selalu dimarahi. Eyang balik bertanya: Kamu itu goblok atau memang tidak tahu?. Beliau menyelamatkan diri dari kejaran Jepang, bersembunyi di hutan hingga beberapa bulan. Lalu menemui Bung Karno untuk minta petunjuk. Bung Karno menyarankan, suatu saat eyang harus menceritakan sejarah yang sebenarnya. Bung Karno dilengserkan Soeharto. Kalau mengaku saat Soeharto masih hidup, pasti akan ditahan.

Artinya sejarah Supriyadi sengaja dibelokkan seolah-olah sudah meninggal?

Kata eyang sengaja dibelokkan oleh rezim Orde Baru.

Bagaimana dengan pengakuan Ki Oetomo (adik tiri Supriyadi) yang menyatakan bahwa Supriyadi sudah meninggal?

Eyang siap untuk diverifikasi dan ditemukan dengan orang yang mengaku keluarga Supriyadi.
======================================================

Misteri Harta Karun 8 Ton Suku Maya


Seorang profesor mengklaim menemukan petunjuk lokasi harta karun suku Maya seberat 8 ton pada Dresden Codex

Kita selalu takjub dengan petualangan memburu harta karun seperti yang digambarkan dalam film Indiana Jones atau National Treasure. Tetapi bagi Joachim Rittsteig, petualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai karena ia mengklaim telah berhasil menemukan sebuah petunjuk yang mengarah kepada lokasi harta karun suku Maya. Ia menemukan petunjuk itu di dalam Dresden Codex yang telah berusia ratusan tahun.



Perlu dicatat kalau Joachim bukanlah seorang pengkhayal yang terlalu banyak menonton film petualangan. Ia adalah seorang profesor Emeritus di universitas Dresden yang telah mempelajari kebudayaan suku Maya selama 40 tahun. Ia juga ahli bahasa suku Maya dan salah satu objek penelitiannya adalah Dresden Codex yang berisi catatan-catatan mengenai kebudayaan suku Maya.

Joachim percaya kalau pada Codex itu tersembunyi harta karun berupa emas murni seberat 8 ton. Bukan itu saja, Joachim mengklaim mengetahui lokasi persembunyian harta tersebut, yaitu di dasar danau Izabal.

Dresden Codex atau Codex Dresdensis sendiri adalah satu dari empat dokumen utama yang masih tersisa dari kebudayaan Maya. Dokumen ini pertama kali ditulis oleh para pendeta suku Maya pada tahun 1250 Masehi. Dokumen ini memiliki 74 halaman dengan 74 hieroglyps yang berbeda. Jika direntangkan, panjangnya mencapai 3,56 meter. Para ahli percaya kalau dokumen ini adalah dokumen tertua yang pernah ditulis di benua Amerika.


Dresden codex ditulis diatas kertas yang terbuat dari batang pohon ara dan ditulis oleh delapan penulis yang memiliki gaya tulisan yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka juga membahas subjek yang berbeda pula.

Ada bahasan mengenai astronomi yang memuat tabel Venus dan Bulan dengan akurasi yang luar biasa. Tabel bulan itu memiliki interval yang berkolerasi dengan gerhana. Sedangkan tabel Venus berkorelasi dengan pergerakan planet itu di angkasa.

Di dalamnya juga ada almanak, tabel astrologi, informasi mengenai musim-musim, banjir, penyakit, pengobatan, referensi keagamaan dan saran mengenai waktu bercocok tanam.


Selain itu, codex ini jugalah yang dianggap banyak orang telah memprediksikan kehancuran bumi pada tahun 2012 karena pada bagian akhirnya diceritakan mengenai bumi yang tenggelam oleh air yang keluar dari mulut naga.

Pertama kali Codex ini dikenal masyarakat luas adalah pada tahun 1739 ketika Johann Christian Gotze, direktur Royal Library di Dresden, membelinya dari kolektor pribadi di Wina, Austria. Bagaimana awalnya Codex itu bisa berada di Wina tidak diketahui dengan pasti. Namun ada spekulasi yang menyebutkan kalau Codex itu mungkin telah dihadiahkan oleh Hernando Cortes kepada Charles I, Raja Spanyol pada waktu itu.

Seperti yang kita ketahui, Hernando Cortes adalah penakluk Spanyol yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah Mexico pada awal abad ke-16, termasuk kerajaan Aztec yang berhasil dilumpuhkannya pada tahun 1521.

Setelah diperoleh oleh Gotze, pada tahun 1744, Codex itu diberikan kepada Royal Library di Dresden yang kemudian memamerkannya untuk pertama kali pada tahun 1848.

Pada perang dunia II, codex itu mengalami kerusakan serius akibat pengeboman. Dua belas halamannya rusak dan bagian-bagian lainnya hancur. Namun, usaha restorasi yang terus menerus berhasil memulihkannya sehingga bisa dipelajari hingga kini.

Siapa sangka, dokumen yang awalnya hanya dianggap bernilai sejarah ini ternyata mengandung petunjuk mengenai harta karun yang sangat berharga.

"Codex Dresden memiliki petunjuk yang mengarah kepada delapan ton emas murni." Kata Joachim Rittsteig.

Dengan disponsori oleh surat kabar Bild dari Jerman, Ia telah menyiapkan sebuah ekspedisi menuju danau Izabal, tempat yang dipercayainya menyimpan harta karun tersebut.

Joachim Rittsteig
Menurut Rittsteig, halaman 52 pada codex tersebut menyebutkan mengenai sebuah kota suku Maya yang bernama Atlan yang hancur oleh gempa bumi pada tanggal 30 Oktober tahun 666 sebelum Masehi. Di kota ini, mereka menyimpan 2.156 batangan emas yang dipermukaannya terukir hukum-hukum suku Maya.

Ketika kota itu hancur oleh gempa, emas-emas itu ikut tenggelam ke dalam danau Izabal yang berada di timur Guetamala.

Citra Satelit danau Izabal
Rittsteig mengklaim telah berhasil menemukan reruntuhan kota Atlan dengan citra radar yang diambil di daerah tersebut.


Ia memperkirakan kalau seluruh batangan emas itu bernilai sekitar 290 juta dolar Amerika. Ini jumlah yang sangat besar, bahkan untuk ukuran saat ini. Jika harta ini ditemukan, dipastikan kalau nilai sejarahnya akan jauh lebih berharga dibanding nilai materinya.

Selain masalah harta, ada satu hal lagi yang menarik dari perkataan Rittsteig. Kalian mungkin memperhatikan kalau nama kota suku Maya yang hancur oleh gempa bumi tersebut adalah Atlan.

Teringat dengan sesuatu?

Ya, Atlantis yang juga hancur oleh gempa bumi sekitar tahun 10.000 sebelum Masehi. Tentu saja yang membedakan kedua kota itu adalah rentang waktu kehancuran yang sangat jauh, hampir 9.000 tahun.

Jika kita tidak bisa menemukan Atlantis yang misterius itu, mungkin kita masih bisa menemukan kota Atlan yang penuh dengan batangan emas. Dan saya kira itu pun akan menjadi sesuatu yang sangat menarik.

Jadi, kita menunggu kabar darimu Prof. Rittsteig!

Hacker Anonymous Sejarah dan Operasinya





Asal Kata Anonymous
Nama Anonymous sendiri terinspirasi oleh anonimitas user yang biasa memposting sesuatu di internet. Ya, banyak orang lebih memilih tidak menyebut identitas aslinya di dunia maya. Konsep Anonymous semakin mantap pada tahun 2004. Ketika itu, administrator di forum 4chan mengaktivasi protokol Forced-Anon yang membuat semua postingan bernama Anonymous.

Anonymous pun merepresentasikan sebuah kelompok individu yang tidak bernama. Anggota Anonymous terdiri dai banyak pengguna forum internet. Mereka memobilisasi serangan atau misi melalui berbagai wadah. Seperti di 4chan, YouTube, sampai melalui Facebook. "Setiap orang yang ingin bisa menjadi Anonymous dan bekerja dengan tujuan tertentu. Kami setuju dengan semua agenda namun beroperasi secara independen," tukas seorang anggotanya. Salah satu semboyan mereka yang terkenal adalah We are Anonymous. We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.

Lahir Tahun 2003
Cikal bakal kelompok Anonymous ini dilaporkan berasal dari tahun 2003. Awalnya berasal dari forum internet bernama 4chan. Anonymous punya beragam misi. Terkhusus, mereka menentang sensor internet dan pengawasan online oleh pemerintah. Sehingga seringkali mereka menyerbu website pemerintah sebagai tanda protes. Anonymous juga anti terhadap paham scientology, korupsi, dan homophobia. Padahal pada awalnya, kelompok komunitas online ini dibuat untuk tujuan senang-senang.

Sejak tahun 2008, kelompok Anonymous semakin erat kaitannya dengan aktivitas hacking internasional yang saling bekerjasama, melakukan protes ataupun tindakan lain yang seringkali tujuannya berhubungan dengan mempromosikan kebebasan internet dan kebebasan berpendapat. Yaitu menentang adanya STOP SOPA PIPA (Stop All Piracy Act) Yang membuat agen FBI turun tangan untuk menyisir server-server seperti Megaupload, Filesonic, Mediafire, dan sebagainya. Dan seperti yang kita ketahui, sudah ada server yang ditutup..

Berkenaan dengan adanya kebijakan itu, Anonymous marah... Dan mengancam semua pihak yang mendukung ada nya stopipa ini. Sudah banyak yang mendapat ancaman, dan salah satunya yang paling terkenal adalah FACEBOOK, karena dikabarkan FB menyalahgunakan data-data privasi penggunanya, lalu menjualnya ke pihak ke 3 (sperti Intel, pemerintah, dsb).

Anonymous memang bukan benar-benar sebuah organisasi. Mereka adalah grup besar individual yang mempunyai ketertarikan yang sama. Sehingga sering dikatakan semua orang bisa menjadi Anonymous.

Sejak tahun 2008, Anonymous semakin serius dalam aksi hacktivist, yaitu melakukan hack untuk misi tertentu. Mereka dijuluki sebagai Robin Hood digital dan dikenal memperjuangkan kebebasan informasi dan akses internet. Aksi hack mereka semakin liar dan menyerang website-website penting. Sehingga majalah ternama Time memasukkan nama mereka sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh di duniapada tahun 2012.

Serangan ke Website Penting
Anonymous sudah sering melakukan serangan ke berbagai website penting. Biasanya sebagai tanda protes atau ketidaksetujuan. Pada tahun 2009 setelah Pirate Bay terbukti bersalah atas kasus hak cipta, Anonymous melancarkan serangan melawan organisasi International Federation of the Phonographic Industry (IFPI).

Organisasi tersebut termasuk yang menentang keberadaan Pirate Bay. Aksi serupa terjadi tahun 2012 lalu ketika website Megaupload ditutup. Hacker Anonymous berhasil melumpuhkan situs Departemen Kehakiman AS, FBI, dan Motion Picture Association of America (MPAA). Semuanya dinilai sebagai pihak yang menggembosi Megaupload.

Anonymous juga pernah melumpuhkan situs yang mengandung pornografi anak. Pada tahun 2008, mereka melancarkan serangan online besar-besaran pada kelompok agama Scientology. Tidak jarang mereka melakukan serangan ke website pemerintah berbagai negara. Mereka pernah menumbangkan berbagai situs penting Israel sebagai protes serangan brutal mereka ke Palestina. Mereka sempat mengumbar 5000 data pribadi pejabat Israel.


Anggota yang Tertangkap
Beberapa anggota Anonymous berhasil ditangkap aparat. Tahun 2010, aparat di Belanda menangkap seorang remaja usia 16 tahun karena menyerang website Visa, Mastercard dan paypal.

Pada bulan Januari 2011, kepolisian di Inggris berhasil menangkap lima orang hacker yang berhubungan dengan Anonymous. Juni 2011, kepolisian di Spanyol menahan tiga orang yang masuk jaringan Anonymous. Ketiganya menyerang website pemerintah Mesir, Aljazair, Iran, Chile dan Selandia Baru.

Satu kasus yang cukup menonjol adalah penangkapan Christopher Weatherhead. Dia mengorganisasi serangan DDos pada paypai dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Masih banyak lagi kasus penangkapan hacker Anonymous. Namun tampaknya mereka tidak kapok dan akan terus melakukan misinya.


Mempunyai Sistem Operasi Sendiri, Anonymous OS

Kelompok hacker Anonymous diam-diam telah merilis sistem operasi dektop sendiri. Sistem operasi ini dinamai Anonymous OS yang saat ini telah mencapai versi 0.1.

Seperti yang dikutip dari Slashgear, kelompok hacker Anonymous dikabarkan masih terus menembangkan Anonymous OS yang saat ini telah mencapai tahap pre-alpha.


Sistem operasi besutan kelompok hacker Anonymous ini dilengkapi dengan banyak tool untuk hacking. Sistem operasi Anonymous OS ini cocok bagi Anda yang ingin bergabung dan merasakan dunia hacking.

Anonymous OS ini datang dengan banyak software berbahaya yang digunakan untuk aktifitas hackingilegal. Anda dapat melakukan aktifitas ilegal seperti crack, spoof atau menembus pertahanan sebuah mainframe server.

Anonymous OS ini adalah sistem operasi yang dikembangkan dari Ubuntu Linux 11.10 dan menggunakan lingkungan desktop bernama Mate.

Sama seperti distro Linux lainnya, Anda dapat membuat bootable USB atau sebuah LiveUSB menggunakan Unetbootin untuk menjalankan sistem operasi ini melalui USB flash disk.

Anonymous OS membawa banyak aplikasi hacking, antara lain :

  • ParolaPass Password Generator
  • Find Host IP
  • Anonymous HOIC
  • Ddosim
  • Pyloris
  • Slowloris
  • TorsHammer
  • Havij
  • Sql Poison
  • Admin Finder
  • John The Ripper
  • Hash Identifier
  • Tor
  • Vidalia
  • JonDo
  • Polipo
  • Wireshark
  • Zenmap
  • dan banyak lagi.
Kehadiran sistem operasi khusus hacking Anonymous OS bukanlah yang pertama kali, sebelumnya telah hadir distro BackTrack Linux yang cukup terkenal dikalangan hacker maupun pemerhati keamanan.

Anda tertarik untuk mencoba? Pikirkan terlebih dahulu resikonya, berikut bunyi peringatannya :
"Warning :It is not developed by any Genuine Sourec, can be backdoored OS by any Law enforcement Company or Hacker. You at your own risk."



  

Beberapa "serangan" terbaik Anonymous:
Meski tak ada unsur kekerasan, sebagian besar kegiatan hacktivisme adalah ilegal atau setidaknya ambigu secara legal di mana semua anggotanya bergerak secara anonim. Meski begitu, di saat banyak orang merasa keadilan tak dijamin hukum, beberapa pihak memandang hacktivis ini sebagai pahlawan yang melindungi publik.
Beberapa tahun terakhir, hacktivis ‘Anonymous’ yang anggotanya hadir dalam demonstrasi dengan mengenakan topeng Guy Fawkes melakukan serangkaian serangan. Berikut serangan-serangan terbaik mereka.

1.Serangan Gereja
Kelompok ini menjadi tenar di dunia internasional pada 2008 setelah berbulan-bulan kampanye melawan Church of Scientology bernama ‘Project Chanology’. Hacker (peretas) ini menghancurkan situs gereja ini dan membanjiri mesin fax mereka dengan fax hitam.

Tak cukup itu, kelompok ini mengkoordinasi metode serangan bernama ‘Google Bombing’ di mana ‘scientology’ ditautkan hal lain seperti ‘bahaya’ dan ‘kultus’ agar hasil pencarian menjadi kacau.

Kelompok ini merespon proyek itu dengan membuat ‘Project Chanology’ yang kabarnya merupakan upaya ilmuwan menggunakan internet untuk menyensor informasi salah mengenai praktek mereka.

2.Penemuan Gelap
Pada Oktober, Anonymous kembali menarik perhatian karena berhasil melumpuhkan 40 situs pornografi anak ilegal. Anggota kelompok ini menemukan cache situs itu pada 14 Oktober lalu saat menyusuri situs rahasia Hidden Wiki.

Saat bersamaan, Anonymous menemukan ratusan situs bawah tanah yang tak tampak di mesin pencari. Para peretas ini khususnya menarget situs berbagi file pedofil Lolita City dan membocorkan 1.589 nama aktif anggotanya ke publik pada 18 Oktober lalu. Dalam kampanye ‘Operation Darknet’, kelompok ini juga menguak sisi gelap internet yang disebut ‘darknet’ yang tak bisa diakses pengguna biasa.

3.BART Lumpuh
Pada 11 Agustus lalu, layanan ponsel pada platform kereta San Fransisco Bay Area Rapid Transit System (BART) lumpuh. Hal ini dilakukan sebagai protes pada kepolisian BART yang menembak penumpang tak bersalah dengan luka fatal.

Anonymous kemudian meresponnya dengan serangkaian serangan membobol database konsumen BART yang kemudian mengunggah nama, email, kode pos dan password akun ribuan pengguna MyBART.org. Tak hanya itu, kelompok ini juga membobol kepolisian BART dan mengunggah lusinan nama dan alamat petugas BART.

4.Cybergate
Pada Februari, CEO firma keamanan cyber HBGary Federal Aaron Barr mengaku berhasil menyerang Anonymous dan mengungkap informasi anggotanya. Saat itu, kelompok ini menyerang balik dan menang. Awalnya, para peretas ini membobol situs HBGary Federal dan mencuri 70 ribu pesan dari sistem emailnya serta membuat email itu bisa dicari di web.

Email itu sendiri berisi informasi penting mengenai perusahaan itu, termasuk rencana perusahaan menghancurkan WikiLeaks serta membuat kampanye umum dengan informasi salah. Serangan ini sendiri berakhir pada penyelidikan pemerintah di banyak perusahaan yang terkait skandal ini dan memaksa Aaron Barr mengundurkan diri.

5.Revolusi Arab (Arab Spring)
Anonymous memiliki peran dalam revolusi Arab sejak awal tahun ini. Kelompok ini melakukan serangkaian serangan ‘denial of service’ pada situs pemerintah Mesir, Tunisia dan Iran.

Serangan-serangan ini menggunakan software sederhana guna membebani situs dengan trafik berlebih yang akhirnya menghancurkannya. Para peretas juga merilis alamat email dan password pejabat pemerintah Timur Tengah yang melawan Arab Spring ini, termasuk Bahrain, Mesir, Yordania dan Maroko.

Para awal Agustus, Anonymour membobol situs Kementerian Pertahanan Suriah dan memasang gambar bendera pra-Ba’athist yang merupakan simbol gerakan pro-demokrasi yang terjadi di negara itu serta mengirim pesan mendukung pemberontakan Suriah.


Berberapa Target Operasi Lainnya

Target:
Beberapa hack pada masa ini juga bersifat negatif. Misalnya meng-hack situs klub antimemaki, forum musik hip-hop, dan situs forum penderita epilepsi. Yang paling populer dari hack era ini adalah serangan ke Gereja Scientology, salah satu sekte di Amerika Serikat yang menggabungkan agama dengan terapi dan percaya bahwa manusia berasal dari alien dari planet luar angkasa --kerap disebut UFO religion.
Pelaku: Anonymous
Alasan:
Anonymus memprotes Church Scientology karena diklasifikasikan sebagai ''agama'' dan karenanya Gereja Scientology tidak membayar pajak. Anonymous menuntut agar Gereja Scientology dikategorikan sebagai ''perusahaan'' karena memungut banyak iuran dari jemaatnya dan berbisnis. Serangan kepada klub antimemaki, forum epilepsi, dan forum musik hip-hop didorong oleh sentimen pribadi.

TAHUN 2010

Nama Operasi: Operasi Payback
Target:
Situs Asosiasi Film Amerika (MPAA), Asosiasi Industri Musik Amerika (RIAA) dan berbagai situs kantor pengacara yang sering menggugat dalam kasus pelanggaran hak cipta.
Pelaku: Anonymous
Alasan:
Berbagai file video atau audio (file-sharing) yang telah dibeli bukanlah pembajakan, melainkan kebebasan.

Target: Sony
Pelaku: Anonymous
Alasan:
Menggugat George Hotz, hacker yang berhasil membuat PS3 mendukung sistem operasi Linux.


Nama Operasi:

Operasi Pembalasan Assange

Target:

MasterCard, Visa, Paypal, Amazon

Pelaku:

Anonymous

Alasan:

Membekukan rekening dan menolak sumbangan yang ditujukan kepada WikiLeaks.



TAHUN 2011


Nama Operasi:
Operasi Mesir dan Operasi Tunisia

Target:
Situs-situs Pemerintah Tunisia dan Mesir

Pelaku: Anonymous
Alasan: 
Mendukung revolusi Arab. Situs partai berkuasa Mesir, Partai Demokratik Nasional, di-hack sampai offline, hingga Husni Mubarak turun.



Nama Operasi:

Operasi Libya

Target:

Situs Pemerintah Libya

Pelaku:

Anonymous

Alasan:

Para hacker Anonymous terbelah, sebagian mendukung NATO, sebagian mendukung Qaddafy. Mereka saling serang sendiri dan Operasi Libya bisa dibilang gagal.

Nama Opearsi:

Operasi Intifada

Target:

Situs parlemen Israel, Kneseet

Alasan:

Balasan atas hacker-hacker Israel yang menyerang situs Iran, sekaligus mendukung perlawanan Palestina.

Nama Operasi:

Operasi Mendukung Occupy Membentuk jaringan informasi real-Anonymous

Target:

Mendirikan jaringan blog, Twitter, Google, dan Maps.


Nama Operasi:

Wall Street

Target:

Membentuk jaringan Anonymous informasi realtime bagi aktivitas demonstran

Alasan:
Terus saling meng-update informasi mengenai aktivitas demonstran anti-Wall Street.


Nama Oprasi:
Operasi DarkNet

Target:
Jaringan situs paedofil di Deep Web

Alasan:
Mencuri sampai 1.500 data pribadi user di 40 situs paedofil Lolita City dan nomor pribadi mereka, lalu mengirimnya ke polisi.


Nama Operasi:
Operasi Stratfor
Target:
Situs firma intelijen swasta, Stratfor

Alasan:
Mencuri sampai 200 gigabyte data perusahaan Stratfor yang diklaim sering memata-matai dan berusaha membongkar identitas para hacker.


Target:
3.000 ATM di Inggris
Pelaku: LulzSec
Alasan:
Iseng saja. Mencuri data sekitar 3.000 ATM di seluruh Inggris, nomor ID ATM, lokasi, dan memublikasiannya. Dikecam sebagian anggota Anonymous karena tidak jelas dasar hacknya.



Target:
Stasiun TV PBS
Pelaku: LulzSec
Alasan:
Mencuri database karyawan, sekaligus membuat artikel palsu di situs PBS bahwa mendiang rapper Tupac masih hidup. Karena tidak suka dengan tayangan PBS mengenai WikiLeaks



Nama Operasi:
Operasi Fuck FBI Friday
Target:
FBI dan firma keamanan swasta rekanan, Unveillance
Pelaku: LulzSec
Alasan:
Mencuri e-mail180 firma keamanan swasta yang jadi rekanan FBI, termasuk pembicaraan di e-mail Unveliannce mengenai rencana mengurangi pendapatan minyak Qaddafy dengan serangan ke sistem operasi kilang minyak.


Target:
Situs porno Pron
Pelaku: LulzSec

Alasan:
Iseng saja. Mencuri alamat e-mail para pelanggan situs porno itu. Jadi populer karena ternyata sebagian pelanggan juga berasal dari Gedung Putih (.gov) dan militer Amerika (.mil).



Target:
Situs game online EVE, League of Legends, The Escapist, Minecraft
Pelaku: LulzSec
Alasan:
Iseng saja. Menimbulkan kemarahan dari sebagian besar hacker Anonymous karena situs-situs game online itu populer dan digemari para hacker Anonymous sendiri.



TAHUN 2012


Nama Operasi:
Operasi Megaupload
Target:
Situs FBI, Kejaksaan Agung, MPAA dan RIAA
Pelaku:
Anonymous/LulzSec
Alasan:
Balasan atas penutupan situs Megaupload oleh FBI dengan alasan melanggar hak cipta.



Target:
CIA
Pelaku:
Anonymous
Alasan:
Anonymous meng-hack situs CIA sampai offline selama lima jam, lalu merilis rekaman audio-conference call antara agen FBI dan polisi London yang membahas penangkapan Anonymous.



Target:
Interpol
Pelaku:
Anonymous
Alasan:
Balasan atas pengumuman Interpol yang menyatakan telah menangkap 25 anggota Anonymous di Eropa dan Amerika Latin.


Target:
Situs dan radio Vatikan
Pelaku:
Anonymous
Alasan:
Anonymous menyatakan, serangan ini tidak ditujukan kepada umat Katolik, melainkan kepada institusi Gereja Katolik yang mereka anggap korup.

The Green Hilton Memorial Agreement Geneva 14 November 1963


Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah umat manusia.













Perjanjian “ The Green Hilton MemorialAgreement" di Geneva pada 14 November 1963

Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John Fitzgerald Kennedy. Konon penembakan John F Kennedy pada November 1963 yang membuatnya tewas secara tragis lantaran menandatangani perjanjian tersebut.
Quote:
Konon pula penggulingan Ir Soekarno dari kursi kepresidenan wajib dilakukan jaringan intelijen AS disponsori komplotan Jahudi (Zionis Internasional) yang tidak mau AS bangkrut dan hancur karena mesti mematuhi perjanjian tersebut juga tidak rela melihat RI justru menjadi kuat secara ekonomi di samping modal sumber daya alamnya yang semakin menunjang kekuatan ekonomi RI. selain itu ada beberapa tujuan lain yang harus dilaksanakan sesuai agenda Zionis Internasional. Berikut ini saya coba tulis hasil penelusuran pada tahun 1994 s/d 1998, berlanjut tahun 2006 s/d 2010, ditambah informasi dari beberapa sumber. Tapi mohon diingat, anggap saja tulisan ini hanya penambah wawasan belaka.
Perjanjian itu biasa disebut sebagai salah satu ’Dana Revolusi’, atau ’Harta Amanah Bangsa Indonesia’, atau pun ’Dana Abadi Ummat Manusia’. Sejak jaman Presiden Soeharto hingga Presiden Megawati cukup getol menelisik keberadaannya dalam upaya mencairkannya.

Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva dibuat dan ditandatangani pada 21 November 1963 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy (beberapa hari sebelum dia terbunuh) dan Presiden RI Ir Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya.

Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian ; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian). Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Biaya pembayaran sewa kolateral yang 2,5 persen ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas restu Sri Paus Vatikan. Sedang pelaksanaan operasionalnya dilakukan Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut, yakni pada 21 November 1965.

Namun pihak-pihak yang menolak kebijakan John F. Kennedy menandatangani perjanjian itu, khususnya segelintir kelompok Zionis Internasional yang sangat berpengaruh di AS bertekat untuk menghabisi nyawa dan minimal karir politik kedua kepala negara penandatangan perjanjian itu sebelum masuk jatuh tempo pada 21 November 2965 dengan tujuan menguasai account The HEF tersebut yang berarti menguasai keuangan dunia perbankan.

Target sasaran pertama, ’menyelesaikan’ pihak I selaku pembayar, yakni membuat konspirasi super canggih dengan ending menembak mati Presiden AS JF Kennedy itu dan berhasil. Sudah mati satu orang penandatangan perjanjian, masih seorang lagi sebagai target ke II, yakni Ir Soekarno. Kaki tangan kelompok Zionis Internasional yang sejak awal menentang kesepakatan perjanjian itu meloby dan menghasut CIA dan Deplu AS untuk menginfiltrasi TNI-AD yang akhirnya berpuncak pada peristiwa G30S disusul ’penahanan’ Soekarno’ oleh rezim Soeharto. Apesnya lagi, Soekarno tidak pernah sempat memberikan mandat pencairan fee penggunaan kolateral AS itu kepada siapa pun juga !! Hingga beliau almarhum beneran empat tahun kemudian dalam status tahanan politik.

Sedangkan kalangan dekat Bung Karno maupun pengikutnya dipenjarakan tanpa pengadilan dengan tudingan terlibat G30S oleh rezim Soeharto. Mereka dipaksa untuk mengungkapkan proses perjanian itu dan bagaimana cara mendapatkan harta nenek moyang di luar negeri itu. Namun usaha keji ini tidak pernah berhasil.

Hal Ikhwal Perjanjian

Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambing Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.

Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.

Bagi bangsa AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.

Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.

Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.

Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!

Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bun Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.

Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.

Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak.

Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.
Quote:
George Soros dengan dibantu ole CIA berusaha untuk membobol account khusus tersebut. Bahkan, masih menurut sumber yang bisa dipercaya, pada akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil yang terdiri dari CIA dan MOSSAD mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut.
Selain itu, George Soros dibantu dinas rahasia CIA pernah berusaha membobol account khusus tersebut, namun gagal. Bahkan akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil agen CIA dan MOSSAD (agen rahasia Israel) mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut termasuk untuk mencari tahu siapa yang diberi mandat Ir Soekarno terhadap account khusus itu. Padahal Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun. artinya pemilik harta rakyat Indonesia itu tunggal, yakni Bung Karno sendiri. Sampai saat ini !!
Penjahat Perbankan Internasional Manfaatkan Saat Ada Bencana Alam Besar

Sialnya, CUSIP Number (nomor register World Bank) atas kolateral ini bocor. Nah, CUSIP inilah yang kemudian dimanfaatkan kalangan bankir papan atas dunia yang merupakan penjahat kerah putih (white collar crime) untuk menerbitkan surat-surat berharga atas nama orang-orang Indonesia.

Pokoknya siapa pun dia, asal orang Indonesia berpassport Indonesia dapat dibuatkan surat berharga dari UBS, HSBC dan bank besar dunia lainnya. Biasanya terdiri dari 12 lembar, diantaranya ada yang berbentuk Proof of Fund, SBLC, Bank Guaranted, dan lainnya. Nilainya pun fantastis, rata-rata di atas 500 juta dolar AS hingga 100 miliyar dolar AS.

Ketika dokumen tersebut dicek, maka kebiasaan kalangan perbankan akan mengecek CUSIP Number. Jika memang berbunyi, maka dokumen tersebut dapat menjalani proses lebih lanjut. Biasanya kalangan perbankan akan memberikan bank officer khusus bagi surat berharga berformat Window Time untuk sekedar berbicara sesama bank officer jika dokumen tersebut akan ditransaksikan. Sesuai prosedur perbankan, dokumen jenis ini hanya bisa dijaminkan atau dibuatkan rooling program atau private placement yang bertempo waktu transaksi hingga 10 bulan dengan High Yield antara 100 persen s/d 600 persen per tahun.

Nah, uang sebesar itu hanya bisa dicairkan untuk proyek kemanusiaan. Makanya, ketika terjadi musibah Tsunami di Aceh dan gempa di DIY, maka dokumen jenis ini beterbangan sejagat raya bank. Anehnya, setiap orang Indonesia yang namanya tercantum dalam dokumen itu, masih saja hidup miskin blangsak sampai sekarang. Karena memang hanya permainan bandit bankir kelas hiu yang mampu mengakali cara untuk mencairkan aset yang terdapat dalam rekening khusus itu.

Di sisi lain, mereka para bankir curang juga berhasil membentuk opini, dimana sebutan ’orang stress’, sarap atau yang agak halus ’terobsesi’ kerap dilontarkan apabila ada seseorang yang mengaku punya harta banyak, miliyaran dollar AS yang berasal dari Dana Revolusi atau Harta Amanah Bangsa Indonesia. Opini yang terbentuk ini bagi pisau bermata dua, satu sisi menguntungkan bagi keberadaan harta yang ada pada account khusus tersebut tidak terotak-atik, namun sisi lainnya para bankir bandit dapat memanfaatkannya demi keuntungan pribadi dan komplotannya ketika ada bencana alam besar di dunia, seperti bencana Tsunami di Jepang baru-baru ini. Tapi yang paling berbahaya, tidak ada pembelaan rakyat, negara dan pemerintah Indonesia ketika harta ini benar-benar ada dan mesti diperjuangkan bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar AS. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia. Sebab dulu, beli beras saja pakai balokan emas sebagai alat pembayarannya. Bahkan kerajaan China membeli rempah-rempah ke Indonesia menggunakan balokan emas.

Lalu bagaimana nasib tersebut, kita sebagai bangsa yang besar masih perlu mengkaji lebih lanjut. Pemerintah bersama rakyat perlu membentuk Tim Besar dan lobby yang besar ditingkat internasional untuk menduduk kembali soal harta yang disepakati dalam The Green Hilton Memorial Agreement ini. Karena ini sudah menjadi fakta sejarah yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Sebab harta ini milik rakyat dan bangsa Indonesia. Bukan milik pribadi Bung Karno. Keberhasilan lobby politik Bung Karno yang luar biasa ini harus diteruskan dan jangan dimentahkan begitu saja. 

Sumber: Kaskus