Labels

100 Tokoh Dunia (97) Alam (28) Alien (9) Artikel (266) Binatang (18) Catatanku (17) Do"a (7) Download (6) FACEBOOK (8) Fakta (20) Film (23) Foto (91) GaMe (3) Handphone (6) Imsakiyah (17) Indonesiaku (3) Internet (11) Islam (174) Kata2 (5) Kenapa? (9) Kesehatan (24) Kisah (35) Kisah 25 Nabi (22) Komputer (12) Lelucon (33) Minangkabau (21) Misteri (73) Musik (9) Nusantara (1) Olah Raga (17) Pendidikan (2) Photoshop (86) Puisi (14) Renungan (37) Sejarah (109) Teknologi (13) Tips n Trik (16) Tokoh (165) Tour De Singkarak 2011 (7) Tour De Singkarak 2013 (1) TV (7) Unik n Kreatif (286) Video (7) Widget (1)

Asal Usul Nama Indonesia


Dimasa penjajahan Hindia-Belanda muncul nama Indonesia. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris, yaitu George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders." Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan).

Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.

Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.

Sejak dahulu hingga sekarang, para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah, demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat.

Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde.

Baik Indunesian, Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam).

Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia.
Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.

Selain Indonesia, yang menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orang-orang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman, juga Phillipina (Filipina), yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan. Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut, sebagai persembahan kepada raja Spanyol, Phillip, jajahan itu diberi nama Philippina.

Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya, seperti Ceylon menjadi Sri Lanka, Burma menjadi Myanmar, Indo-Cina menjadi Vietnam, Rhodesia menjadi Zimbabwe, Gold Coast menjadi Ghana, South-West Afrika menjadi Namibia, dll.

Jadi seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa, maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan.

Sejarah Asal - Usul Nama Indonesia Ditemukan Dapat menjadi bahan pertimbangan, untuk kembali menggunakan nama yang telah lebih dari 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita, yaitu NUSANTARA.

NASA: DEMITRI BOLYKOV membenarkan Sabda Rasulullah







Penemuan Terbaru NASA, DEMITRI BOLYKOV membenarkan Sabda Rasulullah

Hampir 1.400 tahun silam, Rasulullah Muhammad saw mengatakan:
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat.

Fenomena alam itu dibenarkan oleh seorang ilmuwan dan peneliti NASA, Demitri Bolykov, yang menyebut pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat.

Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Dan saat itulah matahari akan terbit (keluar) dari arah Barat!

Temuan itu terjadi saat Bolykov bergabung dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Penelitian dilakukan pada sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori tentang perputaran bumi dan porosnya.

Peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan dan ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Menurut Bolykov, pada realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.

Gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari.

Atas dasar ini posisi dan arah kutub utara bergantung. Balykov mengklaim telah dilakukan berulang penelitian bahwa kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.

Namun pada tahun-tahun terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

“Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan. Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov.

Balykov mengaku, temuan dan penelitian yang dia lakukan bersumber dari hadis Nabi Muhammad yang menyatakan suatu saat akan terjadi fenomena alam matahari akan terbit dari barat.

Menurut Balykov, dengan penelitian dan percobaan fisika yang dilakukannya, sangat besar kemungkinan hadis Nabi itu akan menjadi kenyataan, mengingat pergerakan poros bumi sudah mengalami pergerakan.

Diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah).

Semoga bermanfaat, Like & share untuk kebesaran Islam .

JIM GEOVEDI : Hacker Indonesia yg ditakuti Dunia



Jim Geovedi adalah orang yang berbahaya. Lahir pada tanggal 28 Juni 1979. Adalah seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi dan satelit. BBC News menjulukinya sebagai sosok yang "tidak mirip seperti penjahat Bond... tetapi memiliki sejumlah rahasia yang akan mereka kejar habis-habisan"

Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, Jim, jika dia mau, bisa setiap saat keluar masuk ke sana: melongok percakapan surat elektronik atau sekedar mengintip perselingkuhan anda di dunia maya.
Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting: lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.

“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan Deutsche Welle.

Dia adalah hacker Indonesia dengan reputasi global: hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit: ya, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.

Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.

Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“

Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang terdekatnya memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak: menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Apa saja yang pernah anda hack?
Saya tidak pernah menghack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.

Bagaimana anda membangun reputasi sebagai hacker?

Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia.

Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red).

Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik.

Apakah anda bisa menghack satelit?

Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan.

Setelah itu anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau anda sudah melihat kesamaan pola, maka anda akan tahu.

Satelit mana saja yang pernah anda hack?

Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya.

Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?

Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan.

Satelit mana yang anda hack?

Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina.

Apa yang anda lakukan dengan satelit itu?

Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit.

Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari Cina bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.

Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana anda mengatasi godaan?

Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan.

Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi.

Salut kah Anda Dengan Om Jim ini? Saya sendiri jujur bejuta kagum kepada beliau.

Kisah: Memandikan Jenazah Suami


Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya ..
sambil menangis isteri berkata, " Inilah janji kami sebagai suami isteri ..

"Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu ..."

Dari luar ruang mayat, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya? ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,
" Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu ...
Wahai suamiku .. Semoga Allah ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti .."

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku ... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..
"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu ..."

Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ..

Semoga Allah merahmati pasangan suami-istri , dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala .. Aamin Allahu yaa Karim ..

Sejarah Uang Di Indonesia

A. JAMAN KERAJAAN


1. UANG KERAJAAN BUTON

Uang Kampua/Bida berasal dari Kerajaan Buton. Uang ini beredar pada masa pemerintahan Ratu Bulawambona abad ke-9. Konon, uang tersebut ditenun oleh puteri raja. Nilai tukar uang ditentukan oleh Menteri Besar Kerajaan (setingkat Perdana Menteri), yaitu 1 butir telur ditukarkan dengan uang yang lebarnya 4 jari dan panjangnya sepanjang telapak tangan, mulai dari pergelangan tangan hingga ujung jari menteri yang bersangkutan.
Oleh karena itu, banyak ditemukan uang Kampua yang berbeda ukurannya. Setiap tahun diadakan perubahan corak agar tidak mudah dipalsukan. Sanksi bagi pelaku pemalsuan adalah hukuman mati.

2. UANG KERAJAAN KEDIRI
Mata uang kerajaan Kediri dibuat sekitar abad ke-9-12. Terbuat dari emas atau perak sebesar biji jagung (oleh sebab itu sering disebut uang jagung). Bentuknya masih sangat sederhana, yakni bulat kurang beraturan, dengan gambar muka seperti huruf T.

3. UANG KERAJAAN MAJAPAHIT
Mata uang kerajaan Majapahit beredar sekitar abad ke-12-16. Terbuat dari tembaga, berbentuk bulat dengan lubang ditengah persegi empat (kotak). Bentuknya sudah lebih bagus dibandingkan dengan uang jagung, boleh dibilang hampir menyerupai mata uang jaman sekarang. Sisi muka mata uang terdapat ukiran-ukiran.

4. UANG KERAJAAN BANTEN
Mata uang kerajaan Banten beredar sekitar abad ke-14. Hampir sama dengan mata uang jaman Majapahit, mata uang kerajaan Banten terbuat dari tembaga dan berbentuk bulat dengan lubang ditengah. Hanya saja lubang ditengahnya bukan persegi empat melainkan persegi enam. Bentuknya sudah lebih bagus dibandingkan dengan uang jagung, boleh dibilang hampir menyerupai mata uang jaman sekarang. Sisi muka mata uang terdapat tulisan aksara Jawa.

5. UANG KERAJAAN SAMUDRA PASAI / ACEH
Beredar di Kutaraja Aceh sekitar tahun 1700an s/d tahun 1800an. Terbuat dari emas disebut Keueh dan dari perak disebut Derham.

6. UANG KERAJAAN JAMBI
Diperkirakan beredar di Jambi pada tahun 1840 M, Berbentuk segi delapan dengan lubang ditengah berbentuk segi lima.Terbuat dari Timah.

7. UANG KERAJAAN SUMENEP
Diperkirakan beredar pada abad 19 pada masa pemerintahan Sultan Pakoe Nataningrat. Mata uang ini disebut real Batu dan dibuat di Spanyol. Ciri khasnya, bentuknya tidak beraturan dengan bahan perak campuran. Disisi muka terdapat tanda salib dan ukiran singa dengan angka 600 dengan sekuntum mawar. Sedang sisi belakang terdapat lambang kerajaan Spanyol yang dikelilingi motif titik-titik dan angka tahun 1730. Terdapat stempel huruf arab dengan tulisan Soemenep.

B. MASA PERDAGANGAN INTERNATIONAL
Pada waktu bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda melakukan perdagangan international di kepulauan nusantara, beredar mata uang baru dikepulauan nusantara. Yakni mata uang yang dipakai sebagai media untuk membeli komoditas terutama rempah-rempah dari bangsa pribumi. Contoh uang yang beredar adalah coin emas reis dan coin emas escudos.


C. MASA KOLONIAL

1. VOC
VOC adalah serikat perusahaan dagang Belanda yang diberi beberapa wewenang oleh pemerintah Belanda, salah satunya mencetak dan mengedarkan uang di Indonesia. Contoh uang masa VOC adalah Gulden, Javas Rupij, Stuiver, Duit. Salah satu ciri uang VOC adalah pada sisi depannya bertuliskan VOC dan angka tahun, sedang sisi belakangnya bergambar sepasang singa. Beredar pada sekitar abad 18 dan 19 M.

Antara tahun 1744-1748 VOC mengedarkan mata uang emas di Batavia yang disebut Dirham Jawi/Gouden Javase Dukaat. Pada tahun 1783 VOC menempa dan mengedarkan uang emas yang disebut Gouden Javase Rupij/Rupiah Jawa (ditempa di Jawa). Ciri khasnya terdapat tulisan VOC pada sisi depannya. VOC juga sempat mengedarkan mata uang yang disebut Doit dengan logo VOC dengan bahan campuran tembaga dan timah dan ditempa di Batavia dan Surabaya.
Pada tahun 1800 VOC mengeluarkan mata uang timah yang sisi depannya terdapat inisial LN dan lambang VOC, sedang sisi belakangnya terdapat tulisan Arab Melayu berbunyi Duyit. Mata uang ini disebut Duyit Javas. Selain itu VOC juga membawa dan mengedarkan mata uang Belanda ke Indonesia seperti Dukaton/Zilperen Rijder (Penunggang Kuda) bergambar penunggang kuda. Ada juga Gulden


2. PENJAJAHAN INGGRIS
Pada awal abad ke-19 Inggris menguasai beberapa wilayah Nusantara dan banyak mencetak dan mengedarkan uang, diantaranya dikenal dengan nama Rupee Jawa (1811-1816).


3. ZAMAN BELANDA
  • Rijkdaalders Pada tanggal 27 Desember 1782 pemerintah Belanda menerbitkan mata uang Daalders dengan bahan kertas dan disebut Rijkdaalders, yang kemudian diedarkan pertama kali di Ambon, Batavia, Banda, dan Ternate. Mata uang ini berbentuk semacam surat dengan stampel VOC.
  • Probolinggo Papier Pada tahun 1807-an Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Daendels), menerbitkan surat pengakuan utang/obligasi dengan jaminan tanah Negara, senilai satu juta Rijkdaalders. Kemudian obligasi tersebut berubah fungsi menjadi mata uang/alat tukar yang dikenal sebagai Probolinggo Papier (pertama kali diberikan kepada seorang Cina di Probolinggo)
  • Creatie Pada tahun 1815 pemerintah Hindia Belanda menerbitkan mata uang dari kertas dan disebut Gulden Creatie dengan nominal 1, 5, 50, 100, 300, 600, dan 1.000.
  • De Javasche Bank Pada tanggal 27 Desember 1827 didirikan NV.De Javasche Bank di Batavia, yang beroperasi sebagai bank komersial dan bank sirkulasi. Uang kertas yang pernah dicetak dan diedarkan oleh De Javasche Bank diantaranya seri JP. Coen, seri Bingkai, seri Mercurius, dan seri Wayang. Untuk seri Jendral JP. Coen terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500, dan 1.000 gulden dan bergambar Jendral JP.Coen didepannya. Sedangkan untuk seri Wayang terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 200, 500, dan 1.000 Gulden dan bergambar Wayang Orang didepannya.

NICA
Kedatangan tentara sekutu dan tentara NICA (Nederlands Indies Civil Administratie) dilengkapi dengan mata uang yang akan diedarkan. Naman mata uang NICA tidak pernah diterima secara sah oleh pemerintah Indonesia sebagai alat pembayaran. Seri NICA ini terdiri dari pecahan 50 cent, 1, 2 ½, 5, 10, 25, 50, 100, dan 500 Gulden. Gambar depannya semua sama yaitu Ratu Wilhelmina.

4. JAMAN PENDUDUKAN JEPANG
Jepang menduduki Indonesia antara tahun 1942 s/d tahun 1945. Ada 3 jenis mata uang yang diedarkan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.

  • a. Japansche Regeering Dikenal sebagai uang penaklukan Jepang (Japan Invation Money) atau Banana Money (karena bergambar pohon pisang) dengan satuan Gulden. Uang ini telah dipersiapkan oleh Jepang untuk diedarkan di daerah-daerah yang akan ditaklukkannya. Untuk Indonesia dipakai satuan Gulden sebagai mana satuan uang yang beredar ketika masih diduduki Belanda. Japansche regeering terdiri dari pecahan 1,5,10 cen dan 1/2, 1 , gulden.
  • b. Pemerintah Dai NipponUntuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang mengeluarkan mata uang dengan tulisan berbahasa Indonesia dan menggunakan satuan rupiah. Yang pertama disebut Uang Pemerintah Dai Nippon terdiri dari dua pecahan senilai 100 dan 1,000 Rupiah (bertuliskan Pemerintah Dai Nippon )
  • c. Dai Nippon Teikoku Seihu Uang berbahasa Indonesia dan bernilai satuan rupiah yang kedua adalah Dai Nippon Teikoku Seihu (Kerajaan Jepang raya). Terdiri dari beberapa pecahan dengan tulisan depan Dai Nippon Teikoku Seihu .

D. MASA PEMERINTAHAN INDONESIA
Setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, banyak hal terjadi dan dialami bangsa Indonesia. Mulai dari agresi militer Belanda, pemberontakan-pemberontakan di beberapa daerah, kondisi social politik yang jatuh bangun, hingga kondisi ekonomi yang carut-marut. Tidak dapat dipungkiri semua itu berpengaruh terhadap mata uang yang dicetak dan beredar di Negara kita.

1. OEANG REPOEBLIK INDONESIA (ORI)
Pada 17 Oktober 1945 beredar uang kertas yang dikenal dengan nama ORI dengan nilai 1,5,10, sen ½, 1, 5, 10, 25 dan 100 rupiah dengan gambar Presiden Soekarno dan dicetak di Jakarta (emisi Jakarta) Pada 1 Januari 1947 diterbitkan emisi Yogyakarta dengan nilai dan gambar yang sama.
Disamping itu pemerintah Republik Indonesia juga mengedarkan uang ORI pada tanggal 30 Oktober 1946 dengan nilai ½, 2 ½, 25, 50, 100, 250 Rupiah. Pada tahun 1948 pemerintah mengeluarkan ORI dengan nominal 40, 75, 100, 400, 600 rupiah. Dengan dikeluarkannya uang ORI ini maka uang Jepang dan Belanda dinyatakan tidak berlaku lagi.

2. OEANG REPOEBLIK INDONESIA DAERAH (ORIDA)
Agresi militer Belanda I dan II membuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sulit terutama antara pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Terputusnya komunikasi ini berpengaruh terhadap jumlah uang tunai yang beredar. Kekurangan uang tunai yang beredar di daerah-daerah diatasi dengan diterbitkannya ORIDA di beberapa daerah berdasarkan izin pemerintah pusat. Contoh ORIDA di Banten, Kartadura, Tapanuli, dll.

3. REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (RIS)
Konferensi meja bundar membawa konsekwensi berubahnya bentuk pemerintahan menjadi negara serikat dengan negara-negara bagian di dalamnya (Republik Indonesia Serikat/RIS). Pada tanggal 1 Januari 1950 Menteri Keuangan RIS Mr. Sjafruddin Prawiranegara mengeluarkan maklumat yang isinya menarik uang ORI dan sejenisnya dari peredaran dan menyatakan semua jenis uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran. Sebagai gantinya pemerintah mengeluarkan uang nominal 5 ban 10 rupiah bergambar Presiden Sukarno. Namun mata uang ini tidak berlaku lama dan ditarik dari peredaran pada tanggal 17 Agustus 1950 seiring dengan dibubarkannya RIS dan Indonesia kembali pada pemerintahan Republik.

GUNTING SJAFRUDIN
Guna mengurangi jumlah uang yang beredar saat itu, pada tanggal 20 Maret 1950 Menteri Keuangan RIS Mr.Sjafruddin Prawiranegara mengeluarkan kebijakan pengguntingan uang De Javasche Bank, uang Hindia Belanda, dan uang NICA (GUNTING SJAFRUDDIN). Guntingan uang sebelah kanan dapat ditukar dengan Obligasi Negara bunga 3 % pertahun dengan jangka 40 tahun, sedangkan guntingan sebelah kiri dinyatakan masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai 50 % dari nilai semula (berlaku sampai dengan tanggal 8 April 1950 pukul 18.00.

4. UANG KERTAS REPUBLIK INDONESIA
Tahun 1951 pemerintah menasionalisasi De Javasche Bank dan mendirikan Bank Indonesia sebagai bank sentral. Oleh karena UU pendirian BI baru disetujui tanggal 2 juni 1953 maka mata uang yang telah dicetak baru diedarkan tahun 1953, antara lain bernilai 1 dan 2 1/2 rupiah (disebut seri pemandangan alam karena memang bergambar pemandangan alam). Disamping itu juga dicetak dan diterbitkan uang dengan pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1000 Rupiah (disebut seri kebudayaan). Ini adalah uang kertas pertama yang dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia sebagai Bank Central menggantikan fungsi De Javascce Bank.

Pada tahun 1958 pemerintah mengedarkan seri hewan dengan nilai nominal 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1.000, 2.500, dan 5.000 rupiah. Disebut dengan seri hewan karena bergambar hewan- hewan yang ada di Indonesia. Ciri yang lain, seri hewan ini tidak memuat angka tahun di depannya. Tahun 1958 diedarkan pecahan 50, 100, dan 1.000. Tahun 1959 diedarkan pecahan 5, 10, 25, dan 500. Pecahan 2.500 diedarkan tahun 1962, sedangkan pecahan Rp. 5.000 tidak sempat diedarkan.

SENERING 1959
Tahun 1959 pemerintah melakukan kebijakan Sanering, yaitu menurunkan nilai mata uang. Pecahan 500 dan 1.000 rupiah diturunkan nilainya menjadi hanya 10 % dari nilai semula. Penarikan kembali dari peredaran juga dilakukan secara bertahap yaitu tahun 1959 untuk Rp 500 dan 1.000, tahun 1961 untuk Rp 10 dan 25, tahun 1962 untuk Rp 5, dan tahun 1965 untuk Rp 50, 100, dan 2.500.
Pada tahun 1959 pemerintah mengedarkan seri pekerja tangan dengan nilai nominal 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1.000, 5.000 rupiah. Disebut seri pekerja tangan karena bergambar pekerja tangan pada sisi mukanya dan rumah adat/tradisional pada sisi belakangnya.

Pada tahun 1959 pemerintah mengedarkan seri bunga-burung dengan nilai nominal 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1.000 rupiah. Disebut seri bunga-burung karena bergambar bunga pada sisi depannya dan bergambar burung pada sisi belakangnya.

Pada tahun 1964 pemerintah mengeluarkan uang kertas bernilai kecil dengan nilai dibawah 1 rupiah, yang disebut seri Dwikora (Sukarelawan). Pecahan tersebut terdiri dari 1, 5, 10, 25, dan 50 sen. Mata uang seri dwikora ditarik dari peredaran pada tanggal 15 November 1966.


SENERING 1965
Pada tahun 1965 pemerintah mengeluarkan kebijakan sanering dengan menetapkan nilai setiap Rp 1.000 uang lama menjadi Rp.1 uang baru.

Pada tahun 1968 pemerintah mengedarkan uang seri Soedirman, dengan gambar sisi depannya Panglima Besar Jendral Soedirman untuk nilai nominal 1, 2 1/2, 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 rupiah.

Dari tahun 1951 sampai tahun 1968 pemerintah mengeluarkan uang secara berseri; yakni mempunyai tema dan gambar tertentu yang seragam. Berikut secara lebih lengkap penerbitan uang oleh Bank Indonesia.


Tahun Tema
1951 Seri Pemandangan Alam (Bergambar depan pemandangan alam)
1952 Seri Kebudayaan (Bergambar Pahlawan dan Kebudayaan)
1954 Seri Suku Bangsa
1957 Seri Hewan (Bergambar hewan-hewan yang hidup di Indonesia)
1958 Seri Pekerja Tangan I (Bergambar depan pekerja tangan, belakang rumah adat)
1959 Seri Bunga (Bergambar depan bunga dan belakang burung)
1960 Seri Sandang Pangan
1960 Seri Soekarno (Bergambar depan Soekarno)
1964 Seri Dwikora/ Sukarelawan (bergambar depan sukarelawan)
1964 Seri Pekerja Tangan II (Bergambar depan pekerja tangan, belakang rumah adat)
1968 Seri Sudirman (Bergambar depan Sudirman)
Seterusnya Bank Indonesia belum lagi mengeluarkan uang dalam bentuk seri tertentu.

5. UANG KERTAS KHUSUS

KEPULAUAN RIAU
Pada tahun 1963 pemerintah mengedarkan uang kertas khusus kepulauan Riau dengan tujuan mengatasi peredaran Dolar Malaysia di Riau. Uang kertas pemerintah RI bertahun 1961 dan bergambar Soekarno dengan nilai 1 dan 2,5 Rupiah. Sedangkan uang kertas Bank Indonesia bertahun 1960 bergambar Soekarno dengan nilai 5, 10, 100 rupiah.Pada semua uang kertas terdapat tulisan RIAU. Dutarik dari peredaran tanggal 27 Juni 1964.

IRIAN BARAT
Mata uang khusus Irian Barat diedarkan mulai tanggal 1 Mei 1963. Uang kertas Pemerintah RI seri Soekarno bertanda tahun 1961 untuk pecahan 1 dan 2,5 rupiah, serta uang kertas BI seri Soekarno bertanda tahun 1960 untuk pecahan 5, 10, dan 100 rupiah. Pada semua uang kertas terdapat tulisan Irian Barat. Ditarik dari peredaran tanggal 31 Mei 1971.

6. UANG LOGAM PEMERINTAH INDONESIA
Pemerintah Republik Indonesia pertama kali mengeluarkan mata uang pecahan logam pada tahun 1951. Pecahan yang diedarkan meliputi 1,5,10, dan 25 sen dibuat dari bahan aluminium dan dicetak di Belanda. Pada tahun 1952 diedarkan mata uang logam pecahan 50 Sen yang dibuat dari Cupro Nickel. Ciri mata uang 1 dan 5 sen bergambar padi dan bertuliskan Indonesia dengan aksara Arab dan berlubang pada tengahnya. Sedangkan pecahan 10 dan 25 bergambar Garuda dan bertuliskan Indonesia dengan aksara Arab.

Pada bulan Januari 1971 BI mengedarkan mata uang logam 1, 2, dan 5 Rupiah dengan bahan aluminium dan pecahan 10, 25, dan 50 Rupiah dari bahan campuran tembaga (75 %) dan nickel (25 %). Pada tahun 1974 diedarkan pecahan 100 Rupiah, yang pada tahun 1978 dicetak ulang dengan perubahan disain dan lebih tipis. Selain itu pada tahun 1974 BI juga mengeluarkan pecahan 5 Rp seri Keluarga Berencana dan 10 Rupiah seri Tabanas yang juga dicetak ulang tahun 1978 dengan perubahan disain dan ukuran.

Pada tahun 1992 BI mengedarkan uang logam pecahan 25, 50, 100, dan 500 Rupiah dengan bahan aluminium bronze. Tahun 1993 dikeluarkan pecahan 1.000 Rupiah dengan bahan cupro nickel untuk lingkaran luar dan alumunium bronze kuning emas untuk lingkaran dalam.

UANG LOGAM SERI KEPULAUAN RIAU DAN IRIAN BARAT
Uang logam seri kepulauan Riau berlaku mulai 15 Oktober 1963 yang terdiri dari pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen bergambar Soekarno dan bertuliskan kepulauan riau. Ditarik dari peredaran 1 Juni 1964.Uang logam seri Irian Barat berlaku mulai 1 Mei 1962 yang terdiri dari pecahan 5, 10, 25, dan 50 sen bergambar Soekarno dan berbahan aluminium. Ditarik dari peredaran tanggal 31 Mei 1971.